Ujian Sekaligus Ajang Apresiasi, 223 Siswa Sanggar Tari Prigel di Purworejo Tampilkan 14 Tarian

PURWOREJO, purworejo24.com – Sebanyak 223 anak yang terbagi dalam beberapa kelompok menyajikan 14 jenis tarian secara bergantian dalam ujian dan pagelaran tari yang digelar oleh Sanggar Tari Prigel di Ganeca Convention Hall Purworejo, Jawa Tengah, pada Rabu (13/12/2023).

Event bertajuk Ateken Tekun Bakal Katekan tersebut berlangsung semarak disaksikan ratusan pecinta tari Purworejo serta para orang tua peserta sejak siang hingga petang.

Pimpinan Sanggar Tari Prigel, Melania Sinaring Putri SSn, menyebut ujian tari merupakan event rutin tahunan yang digelar Prigel untuk mengetahui tingkat penguasaan dan keberhasilan anak didik dalam menempuh pelatihan selama satu tahun. Selain itu, ujian yang dikonsep pagelaran tersebut sekaligus menjadi media hiburan dan apresiasi bagi pecinta tari Purworejo.

Menurutnya, tema dalam bahasa Jawa yang diangkat tahun ini mengandung arti berpegang pada ketekunan, maka akan tercapai segala maksud dan tujuan. Tekun dalam hal ini merujuk pada sikap rajin dan bersungguh-sungguh ketika menjalani sebuah proses.

“Sanggar Tari Prigel menanamkan sikap tekun kepada para siswa melalui latihan-latihan rutin yang dilakukan secara konsisten dan evaluatif. Maka program Pagelaran dan Evaluasi Tari ini merupakan ruang apresiatif sekaligus implementatif untuk mendorong setiap siswa rajin dan bersungguh- sungguh dalam mengikuti satu tahun kegiatan belajarnya,” sebutnya.

Diungkapkan, event serupa sempat tidak digelar pada tahun 2020 akibat terdampak pandemi Covid-19. Tahun 2021 ujian dan pagelaran tari kembali dihelat secara online. Kemudian pada tahun 2022 program Pagelaran dan Evaluasi Tari diikuti oleh 126 orang siswa.

“Hingga tahun 2023 ini jumlah siswa yang ikut serta melonjak drastis menjadi 223 orang dari total siswa Sanggar Tari Prigel tahun ini berjumlah 236 orang anak usia 4 hingga 18 tahun,” jelasnya.

Melania menilai, animo yang cukup besar pasca pandemi covid-19 ini sangat
jelas menggambarkan betapa kerinduan dan apresiasi para peserta didik terhadap seni dan budaya lokal. Tidak itu saja, sikap tekun selama mengikuti program latihan sepanjang satu tahun kurikulum ini perlu mendapatkan apresiasi, mengingat semangat dań konsistensi mereka selama belajar.

“Apresiasi yang sama juga patut diberikan kepada para orang tua siswa yang sangat loyal dan memberikan dukungan penuh kepada putra-putri mereka dalam mengikuti program latihan rutin setiap hari Minggu di Pendopo Kabupaten Purworejo,” terangnya.

Lebih lanjut disampaikan Melania bahwa jenis tari-tarian yang ditampilkan berbeda-beda. Pada tahun ini para siswa menampilkan sebanyak 14 jenis tarian, baik klasik maupun kreasi. Masing-masing yakni Tari Kupu-Kupu, Tari Gegala, Tari Midhat-Midhut, Tari Roro Wilis, Tari Pangpung, Tari Nawung Sekar, Tari Satria, Tari Candik Ayu, Tari Mulatwani, Tari Kuda-Kuda, Tari Angsa, Tari Golek Manis, Tari Mangastuti, dan Tari Golek Ayun-Ayun.

Sementara itu, Pendiri Sanggar Tari Prigel, F Untariningsih, mengaku bersyukur atas eksistensi dan perkembangan Prigel hingga saat ini. Dari sisi kuantitas, jumlah siswa prigel terus bertambah dan dari sisi kualitas, banyak siswa mampu meraih prestasi.

Pihaknya pun berpesan kepada keluarga besar Prigel, khususnya para siswa, untuk dapat terus menjaga kebersamaan dan menikmati setiap jengkal proses berkesenian.

“Pada tahun ini tema yang diangkat sangat tepat, yakni Ateken Tekun Bakal Katekan. Saya lihat sejak awal dulu anak-anak masuk sanggar hingga sekarang sudah banyak yang berkriprah hingga menjadi pelatih, mereka menjalani berbagai tahapan dan proses. Jadi, proses memang penting sekali. Apabila tekun, maka apa yang dicita-citakan akan tercapai,” pungkasnya. (P24/wid/top)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *