Hadiri Food danamp; Agriculture Summit III di IPB, Ganjar Janji Putihkan Kredit Macet Nelayan

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Calon Presiden (capres) Ganjar Pranowo berjanji siap memutihkan kredit macet seluruh nelayan di Indonesia.

Langkah afirmatif itu penting dilakukan agar nelayan lebih produktif dan semakin sejahtera.

Ganjar menyampaikan hal itu dalam acara Food & Agriculture Summit III, dialog calon presiden RI 2024-2029 bertajuj ‘Mewujudkan Kedaulatan Argomaritim Sebagai Fondasi Utama untuk Indonesia Emas 2045’ yang diselenggarakan oleh Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA IPB) di IPB International Convention Center (IICC), Botani, Bogor, Selasa (19/12/2023).

“Kalau ingin nelayan sejahtera, maka negara harus hadir agar mereka lebih produktif. Selain pelatihan, pendampingan dan pemberian bantuan alat tangkap atau solar subsidi, satu hal yang bisa dilakukan adalah pemutihan kredit macet para nelayan,” kata Ganjar.

Banyak nelayan yang tidak bisa menikmati hasil jerih payahnya dari melaut karena memiliki tanggungan. Dari data yang dihimpun, ada sekitar 8,25 kredit macet di Indonesia berasal dari sektor perikanan.

Baca juga: VIDEO Jelang Debat Cawapres Perdana, Cak Imin Mengaku Deg-degan

“Jumlahnya tidak banyak, sekitar Rp186 miliar. Maka sangat mungkin, kredit nelayan yang macet itu kita hapuskan saja, agar mereka terbantu dan lebih produktif. Setelah itu kita bina dan dampingi mereka,” ucapnya.

Maka di sinilah lanjut Ganjar, peran data sangat penting. Satu data Indonesia termasuk di dalamnya data petani dan nelayan harus diwujudkan agar program ini bisa dilaksanakan dengan baik.

“Kalau data kita beres, yang seperti ini tidak sulit dilakukan tindakan afirmatif. Maka saya komitmen, untuk urusan Satu Data Indonesia, biar Ganjar yang bereskan. KTP sakti adalah solusinya,” tegasnya.

Selain itu, Ganjar juga berkomitmen mewujudkan kedaulatan laut serta mengoptimalkan seluruh potensi kekayaan maritim di Indonesia. Sebab menurutnya, potensi blue ekonomi Indonesia sangat besar dan belum dikelola dengan baik sampai saat ini.

Baca juga: Punya Visi Sama, Aliansi Tionghoa Indonesia Dorong Prabowo Subianto jadi Presiden 2024

“Bicara budidaya rumput laut saja, potensi di Indonesia itu sangat besar. Belum lagi optimalisasi ikan tangkap, budidaya, sumber mineral, wisata, energi dan lainnya. Kalau ini dikelola, maka mimpi pertumbuhan ekonomi 7 persen di 2045 bisa benar-benar terwujud dan kita menjadi salah satu negara maju,” pungkasnya.

Selain itu, Ganjar Pranowo menyebut pernyataan pemerintah soal ketersediaan pupuk tidak sesuai dengan fakta sesungguhnya di lapangan. 

Awalnya ia menceritakan soal ketersediaan pupuk yang dibahas dalam debat perdana capres 12 Desember 2023 lalu. 

Baca juga: Begini Cara Capres Anies Rasyid Baswedan Mengelola Utang Pemerintah Indonesia yang Terus Membengkak

Menurut Ganjar, saat debat tersebut, ia disinggung soal kelangkaan pupuk di Jawa Tengah oleh calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto. Kemudian, dalam kesempatan yang sama, eks Gubernur Jawa Tengah itu meresponsnya dengan mengatakan, kelangkaan tak hanya terjadi di Jawa Tengah. 

Kemudian, Ganjar menyoroti hal yang terjadi pascadebat perdana capres itu, yakni saat pemerintah buka suara terkait ketersediaan pupuk. 

“Setelah debat itu menarik, pemerintah mengumpulkan seluruh penyuluh, mengumpulkan seluruh distributor, dan menyampaikan kepada masyarakat, tenang pupuk ada. Itu bahasa yang saya dengar,” ungkap Ganjar.

Meski demikian, diungkapkan Ganjar, kondisi ketersediaan pupuk yang didapatinya di lapangan tidak demikian. 

“Tapi faktanya sebenarnya tidak seperti itu. Kita butuh integritas dan jujur soal itu,” tegas Ganjar.

Sebagian Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ganjar Pranowo Tegaskan Ketersediaan Pupuk di Lapangan Berbeda dengan yang Disampaikan Pemerintah

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *