SAH! Ini Sosok 3 Anggota MKMK Permanen, Ada Mantan Rektor

WARTAKOTALIVE.COM – Hakim Konstitusi Enny Nurbaningsih sekaligus juru bicara Mahkamah Konstitusi (MK) mengumumkan pembentukan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) permanen.

Pembentukan ini dilakukan secara aklamasi oleh para hakim konstitusi dan disampaikan Enny di Lobi Ruang Sidang Pleno MK pada Rabu (20/12/2023) seperti dimuat situs Mahkamah Konstitusi.

Berpedoman pada Peraturan Mahkamah Konstitusi Nomor 1 Tahun 2023 tentang Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (PMK 1/2023), anggota MKMK berjumlah tiga orang.

Mereka yang terdiri dari satu orang Hakim Konstitusi, satu orang tokoh masyarakat, dan satu orang akademisi yang berlatar belakang di bidang hukum.

Adapun anggota MKMK yang diambil dari hakim konstitusi ialah Ridwan Mansyur, kemudian tokoh masyarakat bernama I Dewa Gede Palguna, dan dari akademisi bernama Yuliandri.

Enny pun menjelaskan sosok ketiga anggota MKMK. Ridwan Mansyur kata Enny merupakan hakim konstitusi aktif di MK.

Sementara I Dewa Gede Palguna merupakan tokoh masyarakat yang memiliki pengalaman di MK selama 10 tahun.

Adapun I Dewa Gede Palguna pernah menjabat sebagai Hakim Konstitusi Masa Jabatan 2003–2008 dan 2015–2020.

Kemudian Yuliandri ialah akademisi dari Universitas Andalas yang bertindak mewakili kalangan akademisi yang berlatar belakang bidang hukum.

Yuliandri juga merupakan mantan Rektor di Universitas Andalas.

“Oleh karenanya Hakim Konstitusi Ridwan Mansyur mewakili dari hakim konstitusi yang aktif; I Dewa Gede Palguna (Hakim Konstitusi Masa Jabatan 2003–2008 dan 2015–2020) mewakili tokoh masyarakat; dan Yuliandri yang merupakan akademisi dari Universitas Andalas bertindak mewakili kalangan akademisi yang berlatar belakang bidang hukum” sebut Enny.

Untuk selanjutnya, sambung Enny, keanggotaan MKMK akan dilantik secara resmi pada Senin, 8 Januari 2024 mendatang untuk masa jabatan selama satu tahun.

Baca juga: Ditanya Soal Batas Usia Cawapres, Mantan Ketua MK: Tanpa Etik, Hukum Itu Bisa Lumpuh

Nantinya keanggotaan MKMK yang akan menyempurnakan Peraturan MK, yang harus disesuaikan dengan perkembangan hukum yang terjadi di MK.

Termasuk di antaranya tentang hukum acara MK serta pengorganisasian MKMK itu sendiri.

Sebagaimana diketahui, MKMK Ad Hoc pada 7 November 2023 lalu telah memberikan putusan atas pelanggaran etik yang terjadi di lingkup kerja hakim konstitusi.

Pada salah satu putusan tersebut direkomendasikan untuk dibentuknya MKMK permanen.

Setelah melewati dan menyelesaikan berbagai agenda kerja, MK memutuskan membentuk MKMK permanen secara aklamasi guna menampung aspirasi masyarakat dan guna melakukan pengawasan terhadap kinerja para hakim konstitusi sebagai penegak hukum.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *