Viral Skuad Timnas Indonesia Makan Mi Instan yang Bikin Shin Tae-yong Marah, Ini Kata Ahli Gizi

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Saat ini publik sedang heboh video viral di medsos yang memperlihatkan skuad Timnas Indonesia makan mi instan saat pemusatan latihan (TC) di Turki.

Dalam video yang beredar, terlihat Witan Sulaeman sedang memasak mi instan dalam kamar kala TC di Turki jelang Piala Asia 2023.

Baca juga: Witan Sulaeman Kedapatan Masak Mi Instan, Shin Tae-yong Tegur Seluruh Pemain Timnas Indonesia

Sontak, hal tersebut pun menuai kritikan dari para warganet.

Lalu, sebenarnya, apakah mi instan berbahaya buat atlet seperti Witan? Begini tanggapan ahli gizi Inge Permadhi.

Inge Permadhi mengatakan, sejatinya mengonsumsi mi instan bukanlah sesuatu yang berbahaya, jika hanya dikonsumsi sesekali dan tidak menjadi makanan harian.

“Tidak bahaya, makan lebih banyak dari itu juga tidak bahaya?” ujar Inge saat dihubungi Tribunnews, Rabu (27/12/2023) malam WIB.

Baca juga: Timnas Indonesia Dapat Amunisi Baru, Jay Idzes Sumpah Jadi WNI Kamis Pagi, Ini Profilnya

“Tapi tentu itu bukan merupakan makanan yang daily atau harian, karena akan mengurangi asupan bahan makanan yang baik yang diperuntukan untuk atlet,” imbuhnya.

Bicara gizi untuk atlet, Inge mengatakan bahwa tentu tim asuhan Shin Tae-yong itu membutuhkan asupan lain selain karbohidrat dan lemak yang mendominasi komposisi mi instan.

Setidaknya manusia secara umum, lanjut Inge, membutuhkan karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral.

“Secara umum seorang atlet itu akan mendapatakan bahan makanan yang baik sekali,” ujarnya.

“Ya memang di dalam kehidupan itu apa yang dikonsumsi itu terdiri dari tiga zat gizi, ada karbohidrat, ada protein dan ada lemak,” lanjutnya.

Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong mengingatkan skuadnya untuk tak makan sembarangan saat TC di Turki. (pssi.org)

“Ada juga vitamin dan mineral, semua itu bisa diperoleh dari berbagai bahan makanan,” imbuh Inge.

“Tapi seorang atlet itu membutuhkan spesial food, agar ototnya tidak boleh menjadi kecil, ototnya harus cukup dan tidak boleh terlalu kecil, kemudian dia harus mempunyai tenaga, tenaga itu diambil dari karbohidrat dan lemak,” tuturnya.

“Jadi makanannya sudah dibuat komposisi di mana karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral-nya cukup,” kata Inge.

Halaman selanjutnya

Halaman

12

Sumber: Tribunnews

BERITATERKAIT

Ikuti kami di

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *