Ilo- Ilo Festival Meriahkan Pergantian Malam Tahun Baru 2023/2024 Di Dusun Sembir, Purworejo

BAGELEN, purworejo24.com – Guna menyambut dan mengisi pergantian malam tahun baru 2023/2024, Sanggar Seni Isjwara bersama dengan warga Dusun Bugel, menggelar pentas seni yang dikemas dengan tema Ilo Ilo Festival, di Saung Ilo Ilo/ Sanggar Isjwara, ikut Dusun Sembir, Desa Bugel, Kecamatan Bagelen, Purworejo, Jawa Tengah, pada Minggu (31/12/2023) malam.

Berbagai kesenian dipentaskan dimalam pergantian tahun baru itu. Tak hanya pentas seni, warga yang hadir juga bisa mencicipi suguhan kuliner khas Bagelen dan Purwodadi, yakni Sego Penek yang dijajakan dalam satu stan yang disediakan oleh warga dilokasi kegiatan.

Tampak ratusan warga, baik warga Dusun Bugel maupun dari luar Dusun memadati lokasi Saung, untuk melihat secara langsung pentas seni di malam pergantian tahun baru.

Tampak hadir perwakilan Kecamatan Bagelen, perangkat Desa Bugel, tokoh masyarakat dan para orang tua siswa Sanggar Seni Isjwara, para anggota sanggar dan segenap tamu undangan.

Ketua panitia kegiatan, Sumarno mengatakan, pentas seni dimalam pergantian tahun baru itu merupakan kegiatan Sanggar Seni Isjwara yang didukung oleh warga sekitar dan diharapkan menjadi agenda/program yang diadakan disetiap akhir tahun.

“Ada sekitar 30an penari yang tampil dalam kegiatan ini, dan kegiatan ini sekaligus untuk mengenalkan atau menggaungkan Sanggar Seni Isjwara agar lebih dikenal di masyarakat,” kata Sumarno, saat ditemui usai kegiatan.

Disebutkan, ada sekitar 13 jenis penampilan kesenian yang ditampilkan dalam Ilo Ilo Festival itu.

Diawali dengan Karnaval Mini dengan menyusuri jalan- jalan kampumg disekitar Saung, mereka kemudian menampilkan sejumlah pertunjukan seni, diantaranya tari Nawung Sekar, tari Cadar Biru, Pencak Silat dari padepokan seni pencak silat Yoga Buana Gagak Bagelen, tari Toka- toka, tari Anggayuh Mukti, Solawatan, tari Payung, tari Senggut, menyanyi tunggal oleh Vita, Fashion Show, tari Jejer Gandrung, tari Dolalak, dan diakhiri pementasan Ketoprak Mini.

“Mereka yang tampil sebagian besar merupakan anak- anak dari Dusun Sembir, ditambah beberapa anak dari luar Dusun,” ungkapnya.

Owner Saung Bambu/ Sanggar Seni Isjwara, Putut Budi Santoso, mengatakan, pagelaran pentas seni dimalam pergantian tahun itu terselenggara berawal dari ide kecil yang muncul setelah melihat banyak anak- anak yang tidak memiliki kegiatan dimasa liburan akhir tahun. Selama liburan, anak- anak hanya bermain HP, dan dengan alasan itulah memacu ide untuk diadakan pertunjukan seni dimalam tahun baru.

“Semangat orang tua siswa sanggar yang mendukung dengan menyatakan siap iuran konsumsi dan lainya. Jadi dengan semangat mereka itulah menjadi kick off diadakan kegiatan ini, dan mungkin kedepanya Ilo Ilo Festival akan di laksanakan setiap tahun,” ungkapnya.

Putut melihat masyarakat Dusun Sembir dan sekitarnya haus akan hiburan, mereka biasanya akan mencari hiburan ke luar desa atau ke kota di setiap malam tahun baru, karena pementasan kesenian di desa sejak beberapa tahun ini tidak ada.

“Dulu iya ada seni Dolalak atau Kuda Lumping tapi beberapa tahun belakangan ini sudah tidak ada. Mereka kalau mau mencari hiburan ya diluar desa atau ke kota dan itu menjadi konsen kami juga kenapa disini karena sudah ada sanggar seni dan warga disini mampu untuk melaksanakan pertunjukan seni ini,” ujarnya.

Putut juga melihat banyak sekali talent atau bakat- bakat kemampuan seni dari masyarakat di Dusun Sembir, baik dari anak- anak, remaja, dewasa sampai orang tua, hal itu terbukti dengan kemampuan mereka dalam menampilkan seni di Ilo Ilo Festival itu.

“Tapi memang perlu wadah atau fasilitasi dari pihak- pihak, nah disinilah peran dari sanggar untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin berkarya disini,” jelasnya.

Dengan begitu, lanjutnya, Putut menyampaikan ke masyarakat sekitar agar hendaknya putra- putri atau cucu- cucu mereka bisa ikut dalam keanggotan dan bisa mempelajari dan belajar di Sanggar Seni Isjwara.

“Dan kami perlu menunjukkan bahwa kami siap dan tidak main- main,” tegasnya.

Disampaikan, sejak berdiri di sekitar bulan Juli 2023 lalu, Sanggar Seni Isjwara telah berhasil melaksanakan dua kali event pertunjukan seni, yakni Gumregah Sembir di awal September 2023 dan Ilo Ilo Festival di malam tahun baru ini.

“Jadi sebenarnya ini jadi salah satu tanggung jawab kami juga untuk memberikan dukungan fasilitas, sarana prasarana untuk anggota dan masyarakat sekitar bahwa kalau mau pertunjukan atau pentas ya sudah ada tempatnya atau medianya. Oleh karena itu harapannya pasti makin baik, tambah banyak anggotanya, dan bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat. Di satu sisi guyub rukunya bisa kembali lagi, kerjasama dalam segala bidang lebih bersemangat dalam kreatifitas khususnya seni budaya,” pungkasnya. (P24/wid)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *