Depan Non Muslim, Kaesang Janji Dana Abadi untuk Seluruh Agama, Asal Prabowo-Gibran Menang

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG – Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep menjalani safari politik di wilayah Tangerang Raya, Selasa (2/1/2024).

Sejumlah pihak pun disambangi Kaesang di beragam tempat, di antaranya ialah tokoh lintas agama di Cipondoh, Kota Tangerang.

Baca juga: Wujudkan Ketahanan Pangan di Ibu Kota, PSI DKI Jakarta Dorong Gagasan Dana Abadi Pangan

Dalam pertemuan itu, Kaesang menjanjikan berbagai hal kepada masyarakat apabila Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden RI, Prabowo Subianto dan Gibran berhasil memenangkan kontestasi Pilpres 2024.

Salah satu hal yang dibahas adalah program dana abadi yang dijanjikan Prabowo-Gibran.

Program dana abadi itu disebutnya, akan menyasar seluruh umat beragama yang ada di wilayah Indonesia.

“Sebenarnya ini sudah kami bahas juga di beberapa kesempatan, waktu itu di Jatidiri, Semarang, walaupun visi misi mereka (Prabowo-Gibran) yang disebut hanya dana pesantren, tapi kami janji pak, akan memperjuangankan untuk agama lain,” ujar Kaesang.

Baca juga: Lebih Pilih Kampanye PSI, Kaesang Pangarep Tak Nonton Debat Perdana Gibran Rakabuming

Kemudian ia menerangkan, alasan peruntukan dana abadi tersebut akan diberikan kepada masyarakat non muslim ialah untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

Dengan demikian ia menjanjikan, meskipun minoritas masyarakat akan turut merasakan realisasi program Capres dan Cawapres nomor urut dua tersebut.

“Jadi, (dana abadi) tidak hanya ekslusif untuk agama Islam, tapi juga inklusif, maksudnya buat semua, sama rata,” katanya.

“Karena kita juga menginginkan keadilan, jadi semua harus dapat,” sambungnya.

Dilansir dari Tribunnews.com, dana abadi pesantren mengambil porsi 20 persen dari Dana Abadi Pendidikan yang totalnya Rp260 triliun.

Dana abadi pesantren adalah salah satu perangkat pemerintah guna menaikkan level pendidikan Indonesia.

Dalam hal ini pesantren yang sudah diakui dalam Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) harus pula menaikkan kualitasnya.

Secara Internasional, kualitas pendidikan di Indonesia berada pada peringkat ke-64 dari 120 negara diseluruh dunia berdasarkan laporan tahunan UNESCO Education For All Global Monitoring Report 2012.

Sedangkan berdasarkan Indeks Perkembangan Pendidikan untuk Semua (Education for All Development Index, EDI) Indonesia berada pada peringkat ke-57 dari 115 negara pada tahun 2015.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News

BERITATERKAIT

Ikuti kami di

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *