Aiman Witjaksono Beberkan Kejanggalan Kasus Dugaan Hoaks yang Menimpanya di Pilpres 2024

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Miftahul Munir

WARTAKOTALIVE.COM, TANAH ABANG – Baru pertama kali terjun di dunia politik, jurnalis senior Aiman Witjaksono dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks.

Aiman menyampaikan kepada publik bahwa ada ketidaknetralan aparat penegak hukum di Pemilu 2024 ini.

Hal itu ia sampaikan sebagai juru bicara Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud MD beberapa waktu lalu.

Saat ini, status kasus tersebut sudah naik ke tahap penyidikan tapi polisi belum menetapkan tersangka.

Menanggapi hal itu, Aiman mengaku, dirinya bukan baru pertama kali dilaporkan ke polisi.

Sebab, pada tahun 2017 dirinya dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Direktur Penyidikan KPK Aris Budiman atas pencemaran nama baik.

“Harusnya kalau ada perselisihan Undang-undang Pers ini kan paling kuat untuk kita gunakan,” katanya kepada Warta Kota, Rabu (3/1/2024).

Menurutnya, wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya tidak bisa diproses secara hukum karena menyajikan fakta.

Sehingga, ia menilai Undang-undang Pers nomor 40 tahun 1999 harus lebih diperkuat lagi agar para pekerja jurnalis tidak mudah dilaporkan ke polisi.

Baca juga: Terancam Jadi Tersangka, Aiman: Apa yang Saya Sampaikan Temuan Fakta Teman-teman Media

“Sekarang belum ada tersangkanya ya, itu sangat aneh. Jadi gini karena apa yang sampaikan merupakan temuan dan fakta-fakta dari sejumlah media,” terangnya.

Bahkan, apa yang disampaikan oleh Aiman ini juga sudah dimuat oleh sejumlah media massa lain.

Sehingga, ia merasa aneh ketika dirinya dituding dan dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas tuduhan menyebarkan berita bohong.

“Apakah fakta temuan media tadi dan sudah dimuat itu juga sebagai berita bohong? Kan tidak. Contoh majalah Tempo dipodcastnya tanggal 2 Desember dan Majalahnya 4 Desember 2023 itu menyampaikan sangat lebih detail daripada saya,” ungkapnya.

Padahal di akhir ucapannya, ia menyampaikan dengan penuh harapan apa yang diucapkannya ini salah.

Namun ketika ditanya apakah laporan di Polda Metro Jaya ini berbau politis, Aiman nggak menjawab secara pasti.

“Silahkan publik yang menilai,” imbuhnya. (m26)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *