Banyak Desa Wisata Lobar Belum Siap, 27 Kapal Pesiar akan Singgah di Gilimas Tahun ini

Tamu kapal pesiar saat berkunjung ke destinasi wisata di wilayah Lobar. Banyak desa wisata belum siap menyambut tamu kapal pesiar, karena belum melengkapi persyaratan yang dibutuhkan tour operator. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Sebanyak 27 kapal pesiar dijadwalkan singgah di Pelabuhan Gilimas Kecamatan Lembar Lombok Barat (Lobar) tahun ini. Kapal pesiar dari berbagai negara itu diperkirakan akan membawa belasan hingga puluhan ribu tamu. Karena itu, Pemda berharap  desa wisata Jang sudah ditunjuk menjadi lokasi tujuan tamu diminta bersiap-siap menangkap peluang besar dari kedatangan tamu kapal pesiar ini.

Kepala Dinas Pariwisata Lobar H. M. Fajar Taufik mengatakan, kapal pesiar tahun ini yang direncanakan singgah di Pelabuhan Gili Mas Lembar 27 kapal. “Rencananya ada 27 kapal pesiar yang singgah tahun ini, artinya bertambah dari sebelumnya (tahun 2023) sebanyak 17 kapal,” jelasnya, kemarin.

Namun yang menjadi perhatian adalah persiapan desa yang telah direncanakan menjadi lokasi tujuan tamu ini. Pihaknya sudah menyampaikan sejak menyiapkan desa-desa ini, agar menyiapkan sarana prasarana pendukung, seperti toilet dan lainnya.

Diakui, dari belasan desa yang disiapkan menjadi tujuan tamu kapal masih banyak yang belum siap. Sejauh ini baru beberapa desa yang dikunjungi, seperti Senggigi, Sesela, Banyumulek, Kebon Ayu, Lingsar dan Narmada.

Sebelumya pihaknya sudah memfasilitasi desa dan Pokdarwis dengan tour operator, terkait berbagai kelengkapan yang menjadi syarat yang perlu diperlu dipersiapkan. Selain itu, atraksi seni, budaya untuk penyambutan.

Sejauh ini, pihaknya sudah memfollow up kesiapan desa. Namun dari kesiapan desa-desa wisata belum maksimal, setelah dievaluasi dari tim tour operator.

Seperti di Lingsar, toilet nya masih kotor menurut evaluasi tim tour operator. Seharusnya desa yang berupaya menyiapkan, sebab kalau mengharap dari dinas agak berat. “Intinya tergantung di desa,” ujarnya. Namun ada juga yang sebelumnya tidak siap diikunjungi, setelah dilakukan persiapan oleh pihak terkait akhirnya dikunjungi kembali. “Seperti Taman Narmada sebelumnya berhenti dikunjungi, tapi sekarang dikunjungi lagi,”imbuhnya. (her)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *