Dikes NTB Nyatakan Covid-19 Varian Baru Belum Ditemukan di NTB

Lalu Hamzi Fikri (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi NTB menyatakan bahwa Covid-19 varian baru JN.1 belum ditemukan di Provinsi NTB. Adapun jumlah kasus aktif Covid-19 hari ini kurang dari 10 kasus. Namun demikian, masyarakat diharapkan tetap menjaga kesehatan dan mendapatkan vaksin Covid.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB Dr.dr H. Lalu Hamzi Fikri mengatakan, kasus Covid-19 di NTB masih terkendali. Di seluruh rumah sakit di daerah ini juga tak ditemukan peningkatan kasus Covid.

“Varian baru yang sempat masuk NTB, kita pastikan tidak masuk NTB sampai hari ini. Ada kasus memang, namun masih terkendali lah. Jumlahnya masih sedikit sekali. Kurang dari 10 kasus. Kita cek juga di rumah sakit, tak ada peningkatan kasusnya,” kata Lalu Hamzi Fikri kepada Suara NTB, Rabu, 10 Januari 2024.

Fikri mengatakan, pihaknya sudah mendatangkan vaksin Covid-19 dan sudah didistribusikan ke Puskesmas dan Dikes Kabupaten/Kota di NTB. Artinya, masyarakat yang ingin mendapatkan vaksin booster tinggal mendatangi rumah sakit atau Puskesmas terdekat.

“Jadi masyarakat bisa mengakses di Puskemss terdekat, kalau Puskesmas belum punya, kita sudah kirim ke Dikes. Jadi tinggal Puskesmas mengamprah ke Dikes nanti,” ujarnya.

Ia mengatakan, Dikes mendistribusikan vaksin Covid-19 untuk kebutuhan booster sesuai dengan permintaan yaitu sekitar 10 ribu vial. Pihaknya sudah memiliki stok vaksin di Gudang Dikes NTB untuk selanjutnya didistribusikan jika ada permintaan.

“Menjaga kewaspadaan Covid-19 itu merupakan tanggung jawab keluarga dan individu. Jadi tetap pemerintah dalam hal ini meminta untuk booster, karena kita siapkan vaksinnya,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut pergerakan sublineage dari Omicron BA.2.86 relatif lebih cepat, sehingga mendominasi 40 persen sampel pasien Covid-19 dalam sepakan.

Sejauh ini, gejala Covid-19 dengan infeksi varian JN.1 diyakini mirip dengan penyakit lain yang seringkali muncul saat musim dingin seperti flu, pilek atau saluran pernapasan.

Gejala tersebut berupa batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, demam, perubahan atau hilangnya rasa atau bau, hidung mampet atu pilek, kelelahan, sesak napas serta gejala gastrointestinal berupa sakit perut dan diare ringan.(ris)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *