Pemegang Indentitas Kependudukan Digital di Kabupaten Nunukan Baru Dua Ribu Jiwa

Staf Disdukcapil Nunukan mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital milik masyarakat. (Foto : Budi Anshori/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA– Pemegang Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai pengganti KTP Elektronik (E-KTP) di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, masih sangat rendah, baru 2.000 jiwa dari 213.000 jiwa penduduk Kabupaten Nunukan.

Kepala Dinas Kependudukan dan catatan Sipil (Disdukcapil) Nunukan, Agus Palentek, mengatakan, rendahnya capaian IKD di wilayah Nunukan disebabkan masih rendahnya animo masyarakat untuk mengurus dokumen berbasis digital.

“Belum semua instansi atau lembaga pemerintah menerapkan dokumen digital, itulah kenapa masyarakat belum berminat mengurus IKD,” kata Agus Palentek pada Niaga.Asia, Selasa (16/01/2024).

Padahal pemerintah pusat telah mengumumkan IKD dapat menjadi pengganti dokumen fisik E-KTP, Akte Lahir, dan Kartu Keluarga sebagai syarat pengurusan berkas di instansi, lembaga maupun badan milik negara.

Belum maksimalnya instansi dan lembaga pemerintah menggunakan dokumen digital sebagai syarat berurusan, membuat masyarakat malas memiliki IKD, sehingga capaian target menerapkan IKD tahun 2023 sulit terealisasi.

“Target IKD di Nunukan tahun 2024 sekitar 10.000 penduduk atau jika kemungkinkan 0,5 persen dari jumlah penduduk 213.000 jiwa,” sebutnya.

Agus menuturkan, sasaran IKD lebih pada masyarakat yang memiliki handphone android, karena penggunaan dokumen digital harus melalui aplikasi yang di download di play store atau app store bernama “identitas kependudukan”.

Penerapan IKD di Kabupaten Nunukan, diperkirakan sulit mencapai 100 persen, hal ini disebabkan, masih terdapat wilayah-wilayah blank spot, terutama di wilayah pedalaman yang hingga saat ini belum sepenuhnya terjangkau Internet.

“Semua masyarakat pasti memiliki KTP, tapi tidak semua masyarakat memiliki Hp android, walaupun memiliki Hp belum tentu mereka bersedia menggunakan IKD,” ucapnya.

Untuk memaksimalkan IKD di tahun 2024, Disdukcapil Nunukan akan meningkatkan sosialisasi secara luas penggunaan dokumen digital bersamaan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan pemerintah daerah.

Disdukcapil Nunukan juga meminta semua Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga honorer di lingkungan pemerintah daerah menggunakan IKD dan ikut mensosialisasikan IKD ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Daftar IKD sangat mudah cukup dengan mendownload aplikasi, lalu bawa berkas KTP dan KK ke Disdukcapil untuk scan barkode,” terang Agus.

Dijelaskan Agus, program IKD tujuan untuk meminimalisir atau mengurangi anggaran pencetakan blangko, IKD juga akan mempersingkat atau setidaknya memudahkan seseorang menyimpan dokumen kependudukan.

Keunggulan lain dari IKD adalah dapat digunakan secara praktis karena hanya dengan membuka aplikasi di Hp dapat memperlihatkan semua identitas penduduk KTP, akte lahir dan kartu keluarga.

“Sekarang ini zaman canggih, lewat Hp bisa menyimpan semua dokumen kependudukan, jadi jangan takut rusak atau hilang lagi,” terangnya.

Penulis : Budi Anshori | Editor : Intoniswan

Tag: KTP Digital 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *