Dukung Program Percepatan Musim Tanam pada Awal Tahun 2024, Pupuk Indonesia Adakan Gebyar Diskon Pupuk di Purworejo

BAYAN, purworejo24.com – Kementerian BUMN dan Kementerian Pertanian melalui Pupuk Indonesia menggelar program Gebyar Diskon Pupuk untuk para petani salah satunya petani di Kabupaten Purworejo yang dilaksanakan di Gudang Pupuk Penyangga (GPP) Purworejo, ikut Desa Dukuhrejo, Kecamatan Bayan, Purworejo, Jawa Tengah, pada Kamis (18/1/2024).

Sebanyak 5.000 kupon di bagikan kepada para petani dan mereka bisa membeli pupuk nonsubsidi dengan harga murah, yakni dari harga 450.000 bisa dibeli dengan harga 270.000, dengan mendapatkan 1 sak pupuk Urea dan 1 sak pupuk NPK.

Gebyar Diskon Pupuk juga menjadi semarak dengan disediakannya sejumlah hadiah menarik bagi para petani yang datang dan membeli pupuk, diantaranya 5 unit tv 32 inc, 5 unit sepeda gunung, 5 unit handphone, 25 unit farm jet pompa sprayer 13,8 l, 10 unit kipas angin, 50 tumbler besar 2 liter dan 100 pic- collage.

Gebyar Diskon Pupuk dibuka langsung oleh Direktur Utama Pupuk Sriwidjaja Palembang, Daconi Khotob, dan dihadiri oleh sejumlah pejabat terkait, diantaranya Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, Hadi Sadsila, SP., MM., ketua KTNA Kabupaten Purworejo, Yogo Triyanto, dan sejumlah pejabat lain di Pupuk Indonesia Holding Company.

Direktur Utama Pupuk Sriwidjaja Palembang, Daconi Khotob, mengatakan, Gebyar Diskon Pupuk dilaksanakan di Kabupaten Purworejo, karena Purworejo merupakan salah satu kabupaten penghasil padi cukup banyak, yakni sampai 300 ribu ton dari 9 juta ton dan bahkan hampir 10 juta ton yang dihasilkan.

“Ini menjadi perhatian kami dan juga tentu menjalankan amanah dari bapak Presiden dan mentri BUMN untuk segera memberikan dukungan kepada para petani yang sudah memasuki musim tanam dimusim penghujan ini,” kata Daconi Khotob, saat ditemui disela kegiatan.

Menurutnya, pertanian merupakan sektor yang memiliki kontribusi besar bagi perekonomian Indonesia. Keberhasilan sektor ini tidak terlepas dari jasa para petani yang telah bekerja keras mendukung ketahanan pangan nasional. Guna menjaga kontribusi sektor pertanian tersebut, Pemerintah terus menjaga ketersediaan pupuk baik subsidi maupun nonsubsidi.

Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki keberpihakan tinggi terhadap petani, salah satunya melalui program subsidi pupuk yang setiap tahunnya dialokasikan sekitar Rp 25 triliun disiapkan Pemerintah untuk membantu petani mendapatkan pupuk dengan harga terjangkau. Pada tahun 2024, Pemerintah berencana menambah alokasi subsidi pupuk sebesar Rp 14 triliun agar semakin banyak petani yang mendapat pupuk bersubsidi.

Tidak sampai di situ, Pemerintah juga mempermudah mekanisme penebusan pupuk bersubsidi hanya dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Hal ini diharapkan bisa dimanfaatkan oleh seluruh petani dalam memenuhi kebutuhan pupuk.

“Pemerintah melalui Pupuk Indonesia, memastikan ketersediaan pupuk di seluruh Indonesia, baik itu pupuk bersubsidi maupun nonsubsidi. Pemerintah membantu memperoleh pupuk dengan mudah guna mendukung program percepatan musim tanam pada awal tahun 2024,” jelasnya.

Dalam rangka menjaga ketersediaan pupuk, Pemerintah dalam hal ini Kementerian BUMN dan Kementerian Pertanian melalui Pupuk Indonesia menggelar program Gebyar Diskon Pupuk di berbagai kota/kabupaten selama bulan Januari sampai dengan Februari 2024.

“Selama musim tanam ini, pemerintah telah melakukan berbagai upaya dukungan bagi petani agar bisa mendapatkan hasil yang optimal di musim panen nanti. Gebyar Diskon Pupuk 2024 diselenggarakan Pupuk Indonesia, bekerjasama dengan pemerintah, di berbagai kota selama bulan Januari hingga Februari 2024. Rangkaian acara ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pupuk petani serta memberikan kemudahan bagi petani untuk memperoleh pupuk di musim tanam ini,” terangnya.

Pada kegiatan Gebyar Diskon Pupuk, Pemerintah menugaskan Pupuk Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pupuk nonsubsidi dan mendorong petani agar segera melakukan penebusan pupuk, antara lain dengan menyiapkan pupuk nonsubsidi dengan harga terjangkau.

Pemerintah juga senantiasa memastikan ketersediaan stok pupuk bersubsidi maupun nonsubsidi, antara lain dengan cara melakukan kunjungan kerja ke sejumlah wilayah sentra pertanian. Hingga tanggal 31 Desember 2023 ketersediaan pupuk bersubsidi dan pupuk nonsubsidi tercatat sebesar 1.744.302 ton atau setara 236 persen dari ketentuan minimum stok yang ditetapkan Pemerintah. Adapun angka stok ini terdiri dari pupuk bersubsidi sebesar 1.215.280 ton dan pupuk non-subsidi sebesar 529.022 ton.

“Pupuk Indonesia menjalankan program Gebyar Diskon Pupuk sesuai dorongan pemerintah agar petani bisa menikmati pupuk nonsubsidi dengan harga terjangkau serta membantu meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. Semoga program ini dapat mendorong petani untuk menanam lebih awal sehingga kesuksesan musim tanam awal tahun ini bisa kita tuai bersama saat panen bulan april nanti,” harap Daconi Khotob.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, Hadi Sadsila, menyambut baik dilaksanakanya program Gebyar Diskon Pupuk di Kabupaten Purworejo.

“Kita menyambut baik kegiatan ini biar petani juga terbantu,” katanya.

Diungkapkan, kuota pupuk subsidi di Purworejo, mengalami penurunan, sebelumnya Purworejo pernah diberikan kuota hingga 12 ribu ton Urea dan 9 ribu ton NPK, namun turun menjadi 9 ribu ton Urea dan 7 ribu ton NPK selama satu tahun ini.

“Maka tadi saya sampaikan agar kuota subsidinya untuk dipenuhi, itu titipan saya untuk pemerintah. Kalau kurangnya ya 4 ribu ton untuk Urea dan 2 ribu ton untuk NPK,” jelasnya.

Disampaikan, sesuai dengan hasil pertemuanya dengan Presiden Jokowi di Purwokerto pada beberapa waktu lalu, Jokowi meminta Jawa Tengah yang mengalami penurunan prestasi dalam hal produksi pangan nasional, harus dinaikkan kembali.

“Rangkingnya setelah Jawa Timur, Jawa Tengah diharapkan naik lagi, Jawa Timur no 1, Jawa Tengah naik, nah konsekuensinya pak Jokowi mau memenuhi pupuk, nah itu yang mau saya titipkan lewat Pupuk Indonesia, untuk pak Jokowi itu memenuhi janjinya. Petani kita keluhanya kan utamanya pupuk, kalau pupuk kurang itu kan jadi isu tidak enak,” pungkasnya. (P24/wid)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *