Guru SMPN 88 Palmerah Tabrak Tiga Siswa, Sekolah Mediasi Antara Pelaku dengan Orangtua Siswa

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR – Pihak SMPN 88 Palmerah sudah bertemu dengan keluarga tiga siswa yang ditabrak oleh guru Bahasa Indonesia berinisial B pasca kejadian, Kamis (11/1/2024) lalu.

Wakil Bidang Kesiswaan SMPN 88 Palmerah, Ahmad Yani mengatakan, pihaknya juga menjalani mediasi dengan keluarga korban.

“Hari Selasa saya jenguk ke rumah sakit, sebelumnya juga sudah ada yang jenguk. Dia sudah di ruang HCU dan sudah bisa diajak ngomong, kenal sama yang pada jenguk,” katanya, Kamis (18/1/2024).

Menurut Yani, tiga siswanya itu masih duduk dibangku kelas VII dan semua yang mengalami kecelakaan termasuk gurunya perempuan.

Ia pun mengakui kekhawatiran orangtua korban berinisia A pasca menjalani operasi indung telur yang rusak.

Baca juga: Guru Tabrak Tiga Siswa SMPN 88 Palmerah, Satu Diantaranya Luka Berat, Sel Telur Rahim Rusak

Sebab, dari keterangan dokter di rumah sakit Pelni yang dihimpun sejunlah saksi yang bertemu orangtua siswa A, risiko terberatnya adalah tidak punya anak.

“Ya khawatir bagaimana ke depan nasib anaknya. Kan si ibu guru B itu kakakynya yang datang, selebihnya mereka ngomong apa saya enggak tahu,” terangnya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan DKI merespon cepat informasi tiga siswa perempuan SMPN 88 Palmerah ditabrak gurunya menggunakan mobil.

Kepala Dinas Pendidikan DKI, Purwosusilo mengatakan, hari ini dirinya memanggil Kepala Sekolah SMPN 88 Palmerah Sulistyowati dan guru yang menabrak berinisial B.

“Hari ini kami panggil supaya jelas dan terang benderang informasinya,” kata Purwo kepada Wartakotalive.com, Kamis (18/1/2024). (m26)

Baca juga: Ancam Siswa yang Ditabrak dengan Uang Damai Rp20 juta, Disdik DKI Jakarta Periksa Guru SMPN 88

Kronologis Guru Tabrak Tiga Siswa

Tiga siswa SMPN 88 Palmerah Jakarta Barat ditabrak oleh gurunya yang ingin keluar dari halaman sekolahnya menggunakan mobil pribadi, Kamis (11/1/2024).

Saat itu kondisi di Palmerah sedang hujan lebat sekira pukul 14.00 WIB dan para siswa tidak diperbolehkan pulang.

Alasannya karena takut sepatu siswa basah karena harus digunakan lagi esok hari. Sebab, siswa yang tidak pakai sepatu seragam esok hari bisa dihukum.

Halaman selanjutnya

Halaman

12

BERITATERKAIT

Ikuti kami di

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *