Kemenparekraf akan Bantu Revitalisasi Pantai Ampenan

H. Nizar Denny Cahyadi. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pariwisata Kota Mataram menyebutkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) membantu revitalisasi objek wisata Pantai Ampenan agar bisa menjadi destinasi unggulan di Indonesia.

‘’Sekarang tahapan revitalisasi masih persiapan administrasi, sekaligus menunggu aliran kas bantuan dari pemerintah sebesar Rp4,5 miliar,’’ kata Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi di Mataram, Rabu, 17 Januari 2024.

Dikatakan, anggaran sebesar Rp4,5 miliar itu merupakan bantuan dari Kemenparekraf RI dan sudah masuk dalam APBD Kota Mataram Tahun 2024.

Ditargetkan setelah proses administrasi selesai, kegiatan tender revitalisasi Pantai Ampenan bisa dimulai pada Maret 2024. “Dengan demikian, kegiatan fisik bisa kita mulai pada akhir April atau awal Mei 2024,” katanya.

Dikatakan, dalam desain perencanaan objek wisata Pantai Ampenan  direvitalisasi secara bertahap, dengan desain syarat kearifan lokal salah satu membuat tempat duduk seperti “bale lumbung” (rumah khas Suku Sasak).

Untuk revitalisasi tahap pertama ini, diprioritaskan pada perbaikan lapak PKL yang kondisinya sudah tidak beraturan dan terkesan kumuh dan menutup kawasan pantai karena pedagang menambah lapak dengan bahan seadanya. “Dengan anggaran tersebut objek wisata Pantai Ampenan akan direvitalisasi secara bertahap,” katanya.

Selain itu, akan dilakukan pembangunan sarana hiburan, plaza, stan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan tempat permainan anak-anak. “Lapak PKL yang ada saat ini, akan kita steril karena terkesan menutup pantai. Setelah bersih, begitu pengunjung datang dari pintu masuk timur, sudah bisa langsung melihat pantai,” katanya.

Sementara, lapak-lapak di bagian depan akan dipindahkan pada areal lapak yang akan disiapkan di bagian selatan. Sedangkan, anjungan akan dibangun sebagai tempat pengunjung menikmati laut dan sunset atau matahari tenggelam.

Untuk penataan di bagian utara, sambungnya, akan disiapkan khusus untuk sarana permainan anak-anak, plaza sebagai tempat duduk-duduk serta tempat pertunjukan seni dan budaya akan dibuat mirip di Teras Udayana dengan desain terbuka seperti “bale lumbung”, dan akan dibangun fasilitas tempat baca.

“Namun, karena bantuan anggaran yang disetujui baru Rp4,5 miliar dari Rp22 miliar yang diajukan maka beberapa kegiatan kita tunda, dan revitalisasi kita sesuaikan dengan anggaran yang ada,” katanya. (ant)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *