Mulai Sabtu, Bus DAMRI Layani Bambangan-Binalawan, Tarif Rp 50 Ribu/Orang 

Terminal angkutan umum di Bambangan Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan. (Foto: Istimewa/Niaga.Asia)

NUNUKAN.NIAGA.ASIA– Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XVII Provinsi Kaltim dan Kaltara bekerjsama dengan PT DAMRI (Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia) akhirnya mengoperasikan dua bus  mini untuk angkutan umum di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, sebagaimana  permintaan masyarakat .

Pengoperasian dua bus DAMRI di Sebatik, dengan jumlha penumpang 19 orang per bus, juga telah mendapat persetujuan dari Kementerian Perhubungan. Sedangkan rutenya dari Dermaga Bambangan, Sebatik Barat ke Dermaga Binalawan, Kecamatan Sebatik Tengah.

“Rencana pengoperasian transportasi trayek bus DAMRI di Sebatik akan mulai Sabtu 20 Januari 2024 dengan tarif pembayaran ongkos angkut sebesar Rp 50 ribu per orang,” kata

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Nunukan, Muhammad Amin, Kamis (18/01/2024).

Menurut Amin, pemenuhan permintaan masyarakat akan bus, telah didahului dengan survei oleh BPTD bersama DAMRI dan melihat langsung kebutuhan transportasi di Sebatik.

“Sudah ada survei dan pertemuan langsung antara masyarakat dan PT DAMRI di tahun 2023,” katanya.

Amin menuturkan, keberadaan bus DAMRI mengisi trayek Bambangan-Binalawan mendapat dukungan pemerintah kabupaten, kecamatan dan masyarakat, karena tarif Rp50 ribu lebih murah dibandingkan kendaraan angkutan umum sekarang ini Rp75 ribu.

Tiap armada bus DAMRI akan beroperasi sebanyak 2 kali atau 4 kali perjalanan untuk 2 bus dengan jadwal perjalanan star dari terminal pukul 09.00 Wita dan kembali menuju terminal awal pukul 13:00 Wita.

“Satu armada stand by di Aji Kuning dan satu armada stand by di terminal Bambangan, tiap bus berangkat bersamaan dan pulang bersamaan,” jelasnya.

Keberadaan bus DAMRI diharapkan tidak mematikan usaha transportasi umum lainnya, sebab pengguna angkutan di Sebatik cukup tinggi, lagi pula bus dengan taksi tentunya berbeda dalam segi kecepatan ataupun kenyamanan di jalan.

“Kalau mau santai naik bus, kalau mau cepat naik taksi. Silahkan masyarakat memilih sesuai kebutuhannya,” terang Amin.

Trayek bus Damri Sebatik masih tahap sosialisasi dan uji coba sambil melihat perkembangan di lapangan, sehingga tidak menutup kemungkinan jumlah armada bertambah jika kebutuhan meningkat atau sebaliknya dihentikan.

Karena itu, kata Amin, DAMRI masih sebatas menyiapkan armada jenis perintis atau bus mini dengan muatan maksimal 19 penumpang.

“Nanti kita lihat keperluannya, kalau minatnya tinggi mungkin Pemkab Nunukan bisa bermohon tambahan armada,” pungkasnya.

Penulis : Budi Anshori | Editor : Intoniswan

Tag: Transportasi Darat 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *