Deretan Film Favorit Anies Baswedan Sepanjang Masa yang Membekas di Hatinya, Apa Saja?

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Capres nomor urut 01, Anies Baswedan membocorkan film favoritnya sepanjang masa.

Meski menyebut terdapat banyak film yang disukai, namun Anies Baswedan mengakui ada beberapa film yang paling membekas di hatinya.

“Film yang saya ingat dari masa kecil sampai sekarang itu November 28, itu film keren sekali yang waktu saya masih kecil nonton film, nonton berkali-kali saking senangnya,” kata Anies Baswedan pada wartawan di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jakarta Pusat, Sabtu (20/1/2024).

Film selanjutnya yang disukai oleh Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 itu adalah Cut Nyak Dien.

Baca juga: Tarif Sewa Gedung TIM Naik, Anies Baswedan: Kegiatan Kebudayaan Harus Difasilitasi, Bukan Dibebani

“Film kedua, Cut Nyak Dien. Itu film yang saya tumbuh besar dan sangat menginspirasi, itu dua contoh film masa kecil, kalau sesudah itu ada banyak sekali,” tukasnya.

Lucunya, saat ditanya bagaimana pendapatnya soal anime yang cukup beken yaitu Attack on Titan, Anies Baswedan mengakui bahwa itu merupakan salah satu film yang disukainya sambil tertawa.

Soal Tarif Sewa Gedung TIM Naik

Capres nomor urut 01, Anies Rasyid Baswedan menyampaikan pandangannya terkait kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Dimana kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang ditanggapi Anies Baswedan yakni kenaikan tarif sewa gedung pertunjukan Taman Ismail Marzuki (TIM).

Menurut Anies Baswedan, kegiatan kebudayaan seharusnya didukung dengan difasilitasi sebaik mungkin bukan malah mempersulitnya.

“Kegiatan kebudayaan seharusnya difasilitasi bukan justru malah diberikan beban pembiayaan yang tinggi,” ujar Anies Baswedan pada wartawan di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jakarta Pusat, Sabtu (20/1/2024).

Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 itu mengatakan bahwa kegiatan kebudayaan itu tidak bersifat mencari keuntungan melainkan sebuah kegiatan membangun sembari mengembangkan peradaban.

“Karena itu negara yang harus membantu, bukan malah negara yang membebani,” tandasnya.

“Dalam hemat kami, semua fasilitas negara bisa digunakan untuk membantu memajukan kebudayaan harusnya malah diringankan biayanya bukan malah ditinggikan, itu filosofi yang harus dipegang,” pungkasnya.

Halaman selanjutnya

BERITATERKAIT

Ikuti kami di

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *