Komitmen Permudah Perizinan

H. Lalu Gita Ariadi (Suara NTB/ham)

HADIRNYA para investor di Provinsi NTB akan membuka peluang ekonomi bagi daerah dan tentunya membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. Karena itulah segala kebijakan dan proses perizinanan harus dipermudah dengan tetap memperhatikan budaya dan sosial masyarakat.

Hal itu disampaikan Penjabat (Pj) Gubernur NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi saat menerima audiensi rombongan PT Eco Solutions Lombok (ESL) di ruang kerjanya, Kantor Gubernur NTB, Senin, 22 Januari 2024 .Lalu Gita mengatakan Provinsi NTB merupakan salah daerah destinasi wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Tentu fasilitas dan sarananya harus mendukung dengan menghadirkan para investor.

Sebagai informasi PT. ESL akan membangun eco resort, medical tourism dan lainnya di kawasan Tanjung Ringgit, Lombok Timur. Pembangunan tersebut berkonsep eco green, dengan melestarikan lingkungan alam dan mengembangkan potensi ekonomi lokal.

Kegiatan groundbreaking investasi telah dilaksanakan bulan November 2023 lalu yang langsung dihadiri Pj Gubernur. Kegiatan yang dilakukan ini merupakan bagian dari komitmen investor dalam membangun kawasan dengan mengedepankan lingkungan yang berkelanjutan.

Saat melakukan groundbreaking tersebut, Pj Gubernur mengatakan pihaknya yakin dengan berinvestasi di kawasan ini akan mampu memberikan keuntungan bagi investor dan dampak bagi masyarakat yang ada di sekitarnya.

Dengan masuknya investor dan kembali melakukan reboisasi atau penanaman hutan di Sekaroh akan membuat orang segan untuk masuk sembarang, apalagi sampai merusak hutan.

“Mari kita jaga hutan ini dengan kearifan lokal, hutan yang memberikan kesejahteraan kepada masyarakatnya. Insya Allah bila kehadiran ESL bukan hanya menjadi ekowisata, tapi ada juga wisata kesehatan, wisata bahari tapi kegiatan lainnya, seperti pengolahan air laut jadi air tawar,” katanya.

Pj Gubernur juga meminta tidak ada lagi gesekan dengan masyarakat sekitarnya. Termasuk antara petani, pengembala dan investor. Pihaknya tidak ingin ketika investor sudah mulai menanamkan investasinya, ada pengembala yang melepas kerbau, sehingga merusak pohon yang sudah ditanam.

John Higson mengatakan, pembangunan ini bukan pembangunan yang biasa biasa saja, tapi bagaimana menjadi ekowisata yang terbesar di Indonesia dengan mengembangkan wisata kesehatan dan pariwisata laut. Pihaknya menargetkan investasi yang ada di kawasan ini bisa menjadi terbesar di Indonesia atau di ASEAN.

Realisasi investasi diawali pembangunan kantor, kemudian workshop, tempat pembibitan. Jika sudah selesai akan dilanjutkan dengan pembangunan vila sebanyak 100 unit dan mengembangkan wisata di Pantai Pink bekerja sama dengan masyarakat. Termasuk membangun lokasi wisata bersepeda, menyelam dan mengembalikan kondisi alam seperti semula.(ris/r)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *