Galakkan Terus K3

I Gede Putu Aryadi (Suara NTB/ist)

BERDASARKAN data Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP) online, jumlah perusahaan di Provinsi NTB sebanyak 17.855. Angka kecelakaan kerja tahun 2022 di daerah ini sebanyak 255 kasus kecelakaan termasuk penyakit akibat kerja.Namun di tahun 2023 kemarin, kasus kecelakaan kerja justru tercatat meningkat hampir dua kali lipat yaitu sebanyak 535 kasus kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

Oleh karena itu, Kepala Dinas Nakertrans Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos, M.H menekankan agar budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3 perlu terus digalakkan agar menjadi sebuah kebutuhan dan kebiasaan hidup. Sehingga ke depannya, K3 akan tumbuh menjadi kesadaran kolektif dan kebutuhan bersama atau budaya.

“Jika internal sudah kuat, maka budaya baik ini bisa ditularkan ke masyarakat. Mari kita jaga kolaborasi yang baik ini demi mencapai NTB Maju Melaju dan Indonesia Emas Tahun 2045,” kata Gede Putu Aryadi saat memberikan sambutan pada kegiatan Safety Town Hall Meeting yang dihadiri oleh seluruh Manajemen PT. PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTB Senin, 29 Januari 2024.

Ia mengatakan, meningkatnya investasi di berbagai sektor industri di NTB tentu membutuhkan energi listrik. Oleh karena itu, penting bagi PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) NTB mengutamakan K3 serta memberikan jaminan perlindungan bagi semua pekerjanya.

Hingga saat ini masih sering terjadi risiko dan berbagai masalah di tempat kerja yang sebagian besar terjadi karena kurangnya pemahaman mendalam tentang K3. Tantangan utama bekerja di lingkungan yang berbahaya adalah disiplin dan memiliki etos kerja yang baik.

Seringkali kecelakaan terjadi akibat human error atau tidak disiplin dalam menerapkan K3. Budaya disiplin itu sangat penting, dan jangan menyepelekan hal hal kecil yang bisa berakibat vatal,” ujar Aryadi.

Bahkan Kegiatan Internasional Labour Conference (ILC) ke-110 tahun 2022 lalu kata Aryadi melahirkan keselamatan kerja sebagai hak dasar di tempat kerja (Fundamental Right of Osh).

ILO menerangkan bahwa kondisi kerja yang selamat dan sehat adalah fundamental bagi pekerjaan yang layak. Negara wajib berperan penting dalam memberikan jaminan keselamatan kepada setiap masyarakat pekerja sebagai bentuk perlindungan negara kepada masyarakatnya.

Sementara itu, General Manager PT. PLN UIW NTB Sudjarwo menyampaikan tujuan dilaksanakannya Safety Town Hall Meeting ini adalah untuk memgingatkan betapa pentingnya safety first dalam setiap aktifitas. Hal ini sesuai dengan tema kegiatan, yaitu I am Safety Leader, Sudjarwo mengatakan Pemimpin harus bisa menjadi contoh yang baik kepada semua pekerja.

“Jadi, menjadi pemimpin jangan bosan untuk mengingatkan dan diingatkan. Bahkan pagi ini saya diminta untuk mengecek langsung petugas apakah sudah bekerja semua prosedur. Kami memiliki aplikasi Health, Safety, Security And Environment (HSSE) yang harus diinstal di masing-masing petugas,” ujar Sudjarwo.(ris)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *