1.500 Ton Cadangan Beras Mulai Disalurkan di Loteng 1.500 Ton Cadangan Beras Mulai Disalurkan di Loteng

Bupati Loteng, H.L. Pathul Bahri, bersama Plt. Pimwil Bulog NTB, Ismed Erlando melepas secara simbolis penyaluran bantuan pangan bagi keluarga kurang mampu, bertempat di kantor Bupati Loteng, Selasa kemarin. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Lebih dari 1.500 ton cadangan pangan nasional mulai disalurkan bagi keluarga kurang mampu di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Dengan total sasaran sebanyak 154.127 keluarga penerima manfaat. Bantuan pangan berupa beras tersebut merupakan program lanjutan dari tahun 2023 lalu yang awal bulan Januari kemari, diluncurlkan oleh Menteri Koodinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Sama seperti tahun lalu, setiap keluarga penerima manfaat bakal menerima bantuan beras sebanyak 10 kg perbulan. Dan, akan berlangsung selama enam bulan kedepan sampai bulan Juni mendatang. “Ini program pemerintah pusat, lanjutan dari program tahun 2023 lalu,” terang Bupati Loteng, H.L. Pathul Bahri, S.IP., usai melepas penyaluran bantuan pangan secara simbolis, Selasa 30 januari 2024 kemarin.

Acara pelepasan penyaluran bantuan beras dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Pimpinan Wilayah Bulog NTB, Ismed Erlando, beserta jajaran. Termasuk sejumlah pejabat lingkup Pemkab Loteng lainya. Proses penyaluran sendiri dilakukan secara bertahap selama empat hari dari tanggal 30 Januari sampai 2 Februari. Di mulai dari Kecamatan Jonggat, Pujut dan Batukliang Utara.

Kemudian pada hari kedua giliran penerima di Kecamatan Praya Timur, Kopang dan Praya Barat. Hari ketiga Kecamatan Praya Tengah, Pringgarata dan Janapria. Terakhir giliran Kecamatan Praya, Praya Barat Daya dan Batukliang. Dengan total beras yang akan disalurkan sebanyak 1.541 ton.

Kecamatan Janapria menjadi kecamatan dengan jumlah penerima sebanyak 17.440 penerima. Diikuti Kecamatan Pujut sebanyak 16.748 penerima. Sementara Kecamatan Batukliang Utara dan Praya Timur menjadi dua kecamatan dengan jumlah penerima paling sedikit. Masing-masing 9.654 penerima dan 9.255 penerima.

Pathul menjelaskan, penyaluran bantuan pangan tersebut dimaksudkan selain untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan bagi keluarga kurang mampu. Juga bertujuan menstabilkan harga pangan, khususnya beras ditengah masyarakat. Pasca fenomena el nino yang berdampak pada mundurnya musim tanam tahun ini.

“Bantuan beras ini murni untuk membantu keluarga kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan pangan. Sekalihgus membantu menstabilkan harga beras dipasaran yang saat ini cenderung tinggi. Dan, tidak ada kaitanya dengan hal lainnya. Apalagi politik jelang pemilihan umum (pemilu),” tegas Ketua DPD Partai Gerindra.

Ia menegaskan, soal waktu penyaluran yang berdekat dengan pelaksanaan pencoblosan itu karena memang sudah ada jadwalnya. Bukan karena dekat pemilu baru disalurkan. Karena pemerintah pusat melihat kondisi saat ini masyarakt, utamanya masyarakat kurang mampu sangat membutuhkan bantuan.

“Pemerintah sebenarnya serba dilematis dalam hal ini. Disalurkan cepat, dianggap ada kepentingan politik. Kalau ditunda bisa memicu polemic ditengah masyarakat. Sehingga mau tidak mau pemerintah harus mengambil risiko. Demi kepentingan masyarakat luas,” tandas mantan Wakil Ketua DPRD Loteng ini seraya menambahkan, jumlah penerima dan yang akan diterima sudah jelas. Jangan sampai dikurangi. Karena itu hak masyarakat yang membutuhkan. (kir/*)

Foto berita

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *