Dewan Guru Besar UI Prihatin Demokrasi Indonesia Hancur, Prof Anis Harap Pemilu Jujur dan Adil

WARTAKOTALIVE.COM, BEJI – Mantan Rektor Universitas Indonesia (UI) priode 2014-2019, Prof Muhammad Anis hadir diacara gerakan moral Dewan Guru Besar dan Sivitas Akademi UI, Jumat (2/2/2024).

Prof Anis mengaku, dirinya bersyukur karena masih bis a ikut merayakan Dies Natalis UI ke-74.

“Ini hasil kerja keras dari para guru besar berkontribusi dalam kemajuan UI,” kata Anis di UI, Jumat.

Anis mengaku sudah mendengar apa yang disampaikan oleh Dewan Guru Besar UI terkait kondisi Pemilu 2024 yang memprihatinkan.

Anis pun berharap, Pemilu 2024 bisa berjalan secara jujur dan adil demi masa depan generasi penerus bangaa Indonesia.

“Semoga bisa tergerak hatinya untuk menjalankan tugas mulia untuk kepentingan anak dan cucu kita di masa depan. Karena ini penting sekali, demokrasi itu dibangun tidak mudah,” ucap Anis.

Baca juga: BEM UI Dukung Gerakan Dewan Guru Besar, Bakal Turun ke Jalan Jika Aspirasinya Tidak Didengar

Ia berharap, pesta demokrasi dalam memilih Presiden 2024 bisa berjalan secara lancar, baik dan mendapatkan pemimpin yang bisa membawa kemajuan Indonesia.

“Mudah-mudahan apa yang tadi disampaikan bisa didengar oleh semua yang punya peran dalam menyukseskan Pemilu pada 2024 ini,” imbuhnya. 

Dewan Guru Besar dan Sivitas Akademika Universitas Indonesia (UI) melakukan gerakan moral dengan menggelar deklarasi kebangsaan di Gedung Rektorat UI, Jumat (2/2/2024).

Ketua Dewan Guru Besar UI Prof Harkristuti Harkrisnowo merasa prihatin karena tatanan hukum dan demokrasi di Indonesia telah hancur.

Sebab, di Pemilu 2024 ini etika bernegara dan bermasyarakat telah hilang karena banyak terjadi kasus korupsi dan nepotisme.

“Telah menghancurkan kemanusiaan, dan merampas akses keadilan kelompok miskin terhadap hak   pendidikan, kesehatan, layanan publik, dan berbagai kelayakan hidup,” ujarnya, Jumat.

Menurutnya, keserakahan atas nama pembangunan yang dilakukan oleh pejabat negara tanpa naskah akademik berbasis data, kewarasan akal budi dan dikendalikan nafsu,  telah menyebabkan punahnya sumberdaya alam hutan, air, kekayaan di bawah tanah dan laut.

Baca juga: Setelah UGM dan UII, Besok UI Bergerak Keluarkan Petisi Ingatkan Presiden Jokowi

Selain itu, kata Tuti sapaan akrabnya, secara tidak langsung sudah memusnahkan keanekaragaman hayati dan semua kekayaan bangsa Indonesia.

Halaman selanjutnya

Halaman

12

BERITATERKAIT

Ikuti kami di

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *