Bapperinda: Angka Kemiskinan Loteng Turun

Praya (Suara NTB)-Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperinda) Lombok Tengah (Loteng), menyatakan pemerintah daerah setempat terus melaksanakan berbagai program terkait dengan target menurunkan angka kemiskinan. Berbagai upaya itu, membuahkan hasil sehingga pada 2023 angka kemiskinan di daerah ini turun menjadi 12,24 persen dari tahun sebelumnya sebesar 12,89 persen.

“Angka kemiskinan kita mengalami penurunan 0,65 persen,” kata Kepala Bapperinda Kabupaten Lombok Tengah Lalu Wiranata di Praya, Selasa, 6 Februari 2024.

Penurunan angka kemiskinan di Lombok Tengah disebabkan oleh beberapa faktor mulai dari banyaknya bantuan sosial (Bansos)  dan kontribusi para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berhasil di negara tujuan membuat angka kemiskinan menurun.

‘’Tidak bisa dipungkiri bahwa selama ini banyak TKI yang mampu mengubah kehidupannya menjadi lebih baik karena bekerja di luar negeri,’’ katanya.Ia mengatakan berbagai upaya yang dilakukan bersama pemangku kepentingan dan sinergisitas antara pemkab, Pemprov NTB, dan pemerintah pusat membuat angka kemiskinan di daerah tersebut kembali bisa diturunkan.

“Kalau di Regsosek untuk tahun 2023 angka kemiskinan kita sudah pada angka 12,24 persen atau turun dari yang sebelumnya 12,89 persen,” katanya.Namun, angka kemiskinan ekstrem tahun 2023 sampai saat ini belum ada data, tetapi pada 2022 angka kemiskinan ekstrem kita masih 3 persen dari yang 12,89 persen atau sebelum penurunan menjadi 12,24 persen.

Ia optimistis angka kemiskinan ekstrem akan mengalami penurunan seperti kemiskinan secara umum. Hal ini diyakini karena selama ini berbagai program terus digencarkan oleh pemerintah baik tingkat daerah hingga pusat maupun pemangku kepentingan lainnya.

“Angka kemiskinan kita turun 0,65 persen dan jika dibandingkan dengan daerah lain malah progres penurunan kemiskinan kita paling tinggi,” katanya.

Pemerintah tetap berkomitmen untuk menurunkan angka kemiskinan di daerah itu dan meningkatkan kesejahteraan kepada masyarakat. Oleh karena itu, berbagai pembinaan terus dilakukan dan program-program untuk mencanangkan penurunan kemiskinan juga tetap digalakkan seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Memang kita tidak bisa pungkiri dengan banyaknya bantuan sosial ini sangat berdampak terhadap penurunan angka kemiskinan,” katanya. (ant)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *