Terbukti Menipu, Alfonso Eko Suhartanto Divonis Penjara selama 3 Tahun 5 Bulan

PURWOREJO, purworejo24.com – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Purworejo, Jawa Tengah, telah menjatuhkan hukuman penjara selama 3 tahun 5 bulan terhadap Alfonsus Eko Suhartanto, selaku terdakwa kasus penipuan dalam jual beli mesin produksi virgin coconat oil (VCO).

Hukuman itu diputuskan oleh Majelis Hakim dalam sidang putusan yang digelar dikantor Pengadilan Negeri Purworejo, pada Selasa (6/2/2024).

Pada sidang yang dipimpin oleh Santonius Tambunan itu disebutkan bahwa, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tipu muslihat terhadap korban Budi Utomo dalam kasus tersebut. Dalam kasus ini korban mengalami kerugian hingga miliaran rupiah dan hal itu menjadi pertimbangan memberatkan atas putusan majelis hakim.

Atas putusan tersebut, ketua Majelis Hakim Santosius Tambunan mempersilahkan terdakwa untuk melakukan banding ke Pengadilan Tinggi, jika merasa putusan tersebut tidak adil.

Jika saudara masih bingung silahkan pikir-pikir. Masih ada waktu 7 hari untuk pikir-pikir. Atau bisa juga saudara nanti mengajukan grasi kepada Presiden,” kata Santosius usai membacakan putusan.

Terpisah, kuasa hukum korban, Tjahjono beranggapan bahwa putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Purworejo dalam sidang tersebut sudah sangat memuaskan. Klienya tidak akan menempuh proses hukum lain pasca putusan tersebut.

Putusan majelis hakim tadi sudah sangat memuaskan karena mengingat hukuman maksimal untuk kasus seperti ini 4 tahun. Dari tuntutan 4 tahun lalu divonis 3 tahun 5 bulan bagi kami sudah sangat memuaskan,” kata Tjahjono.

Ia menceritakan bahwa dalam kasus pembelian mesin produksi VCO tersebut klienya mengalami kerugian yang tidak sedikit. Secara keseluruhan nilainya mencapai 2 miliar

Yang terkuak dalam persidangan hanya sekitar 1 miliar lebih. Itu hanya berdasarkan bukti tranfer, Namun sejatinya kerugian yang dialami klien saya dari persiapan sampai beli mesin nilainya mencapai 2miliar,” jelasnya

Pada kesempatan yang sama Budi Utomo menceritakan, dirinya bertemu dengan terdakwa pada Januari 2023. Ia tak menyangka pertemuanya dengan Alfonsus akan membawa petaka.

Awalnya dia main ke tetangga saya. Kita kenalan di situ. Setelah kenalan dia berulang kali kerumah cerita-ceita soal bisnis produksi VCO. Dia kasih lihat bukti-bukti berupa pabrik VCO di Halmahera, Maluku Utara. Katanya itu miliknya dan akhirnya saya tertarik untuk bekerjasama,” kata Budi,

Warga Semawung Daleman Kutoarjo ini menjelaskan dalam kerjasama itu terdakwa mengajak dirinya untuk membuat pabrik minyak kelapa terpadu.

Terdakwa siap membantu membelikan seluruh mesin produksi yang dibutuhkan meliputi satu set mesin VCO seharga Rp 665 juta, mesin pemeras ampas senilai Rp 105 juta, mesin pembuat tambang Rp 250 juta, mesin Gajah Rp 50 juta serta dua mesin kupas kelapa seharga Rp 56 juta.

Kepada korban, terdakwa kala memberi iming- iming bahwa usaha tersebut mampu memberi profit hingga Rp5 juta perhari. Terdakwa siap menampung VCO hasil produksi untuk selanjutnya akan diekspor ke negara Ukraina.

Terdakwa bukan baru sekali melakukan aksi penipuan, sebelumnya dia melakukan aksi yang sama di Halmahera. Kerugian korban bahkan mencapai Rp2,5 miliar. Di Maluku Utara tersebut terdakwa pun melakukan dengan cara serta pola yang sama dalam merayu korban. (P24/wid)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *