Cetak Generasi Qur’ani, Tahsin dan Tahfidz Jadi Program Unggulan Darul Hikmah Kutoarjo Islamic School

KUTOARJO, purworejo24.com – Bimbingan intensif terhadap siswa dalam mempelajari Al- Quran jadi langkah yang diambil oleh Darul Hikmah Kutoarjo Islamic School, Purworejo, Jawa Tengah.

Melalui program unggulan yang dinamai Tahsin dan Tahfidz, diharapkan siswa memiliki kemampuan baca dan hafal Al- Qur’an secara baik dan benar.

Darul Hikmah Kutoarjo Islamic School merupakan Pendidikan Islam berbasis asrama yang modern atau lebih dikenal dengan pondok pesantren modern.

Dibawah naungan Yayasan Darul Hikmah Kutoarjo, pondok pesantren yang berdiri sejak tahun 2001 itu ada di Jalan S. Parman No. 56 Kutoarjo, Purworejo.

Selain pondok pesantren, Darul Hikmah juga menyelenggarakan pendidikan untuk peserta didik tingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama) dan SMA (Sekolah Menengah Atas).

Berbagai program diterapkan untuk menghasilkan anak- anak agar memiliki akhlakul karimah yang baik dan ilmu yang beragam, diantaranya Bilingual Program (Multi-Language), Science Project, Olympiad Program, STEAM Education, Tahsin dan Tahfidz, College Counselling, dan Community Service serta Guidence Program.

Di pondok pesantren Darul Hikmah ini ada salah satu program namanya Tahsin dan Tahfidz, yang mana dalam waktu kurang lebih 3 tahun itu anak- anak ditargetkan bisa menghafal Al- Qur’an dua sampai tiga juz. Kalau disini mereka sampai 6 tahun, targetnya paling tidak diusahakan bisa hafal 5 sampai 6 juz bahkan lebih,” kata Kepala Pondok Pesantren Darul Hikmah, Ustadz Muhammad Nuroni, saat ditemui disela kegiatan pada Selasa (6/2/2024) malam.

Tahsin dan Tahfidz itu dijadwalkan dua kali dalam sehari, yaitu setelah shubuh dan setelah maghrib. Program Tahsin dan Tahfidz di pondok pesantren Darul Hikmah menjadi salah satu program unggulan, selain itu juga ada program bahasa baik bahasa arab maupun bahasa inggris.

Disebutkan, santri yang mengikuti program Tahsin dan Tahfidz ada sebanyak 135 santri dari siswa SMP maupun SMA.

Untuk metode program, lanjutnya, untuk Tahsin diawali dengan mengecek anak- anak kelas 7. Mereka dipastikan terlebih dahulu tentang bacaan anak- anak, apakah betul- betul sudah bagus apa belum. Jika sudah dianggap bagus maka mereka akan diberikan kesempatan untuk tahap selanjutnya.

Sedangkan untuk metode hafalanya atau Tahfidznya setiap anak maju satu persatu kepada pengampu atau ustad disetiap kegiatan dengan menyetor seperempat halaman dan targetnya dalam seminggu santri bisa menghafal paling tidak sekitar 1 halaman.

Untuk anak- anak saat ini ada yang sudah mulai menghafal juz 30, untuk yang anak- anak SMA ada yang lebih dari juz 30, ada yang juz 29, ada yang masuk juz 28, ada yang juz 1 juga ada, juz 2 atau juz 3 juga ada, jadi saat ini yang kami tau untuk anak anak SMA juga sudah ada yang mencapai 5 juz,” terangnya.

Ada beberapa Tips yang dilakukan oleh pengampu atau ustadz untuk membuat anak- anak bersemangat dalam menghafal Al- Qur’an, diantaranya dengan memberi hadiah bagi mereka yang berhasil mencapai target, dengan mengajak jalan- jalan atau piknik, dengan harapan bisa memotivasi anak supaya semangat dalam menghafalnya.

Harapan kami buat santri Darul Hikmah Islamic School ini anak- anak bisa mencapai target dalam hafalanya yang kita sampaikan dalam waktu 3 tahun bisa 3 juz atau 6 tahun bisa 5 atau 6 juz atau bahkan bisa lebih. Bahkan kita juga membuka takhasus tahfidz yang mana ini khusus bagi anak- anak yang memang ada keinginan menghafal lebih dari target yang kita tentukan, misal ada yang mau menghafal sampai 10 juz bahkan mungkin ada yang mau sampai khatam, kami membuka takhasus tahfidz bagi anak- anak yang berminat,” harapnya.

Salah satu santri, Iman Hariyadi, yang merupakan siswa kelas 12 IPA di SMA Darul Hikmah, mengaku telah mengikuti program Tahsin dan Tahfidz sejak dirinya masuk dikelas 1 SMP Darul Hikmah. Saat ini, Iman telah berhasil menghafal Al-Qur’an hingga 12 juz.

Itu perjuangan terbesar saya mungkin selama ini karena saya berkeinginan setelah lulus dari sekolah ini saya bisa menghafal 30 juz. Jadi saat kelas 1 itu saya niatkan untuk menghafal Al- Qur’an,” kata Iman yang mengaku berasal Desa Sendangsari, Kecamatan Bener.

Diakui pula, untuk pemula, saat awal- awal merasa susah karena butuh niatan yang bener- bener kuat dan juga konsisten.

Jadi cara mudahnya itu ketika sebelum sholat atau sesudah sholat kita bisa menghafal 2 atau 3 ayat,” ujarnya.

Iman juga mengaku memilih bersekolah di Darul Hikmah Kutoarjo Islamic School dengan pilihanya sendiri. Menurutnya, sekolah Darul Hikmah itu memiliki keunggulan tersendiri, mulai dari Publik Speaking, hafalan Tahfidz Al- Qur’an dan juga terjaga dari kenakalan remaja diluar.

Yang saya rasakan disini ada susahnya ada senangnya. Susahnya itu ketika bener- bener jauh dari orang tua dan juga tidak bisa menengok kedua orang tua, dan senangnya saya bisa berkumpul dengan teman- teman selama 24 jam,” ucap Iman yang bercita- cita ingin jadi Dosen.

Iman Hariyadi menjadi salah satu siswa berprestasi di Darul Hikmah Kutoarjo Islamic School. Iman pernah dua kali mengikuti lomba Tahfidz SMA kategori 5 juz di tingkat kabupaten dan mendapat juara 3.

Harapannya saya bisa membanggakan kedua orang tua saya dan semoga apa yang saya hafalkan ini berguna dimasa depan,” harapnya. (P24/wid)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *