Jelang Pemilu, Klenteng Po Hwa Kong Tidak Merayakan Imlek

Penjaga Klenteng Po Hwa Kong, Nyoman Hariani, menjelaskan bahwa tahun ini tidak ada perayaan Imlek di Klenteng dan hanya melakukan Sembahyang Interen, pada Rabu, 7 Februari 2024 di dalam Klenteng Po Hwa Kong. (Suara NTB/era)

Mataram (Suara NTB) – Chinese New Year atau biasa dikenal dengan tahun baru Imlek merupakan perayaan tahun baru masyarakat Tionghoa. Perayaan tahun baru Imlek dimulai pada hari pertama bulan pertama (Hanzi) dan berakhir pada tanggal 15 (Cap Go Meh) saat bulan purnama.

Meski namanya Tahun baru China, perayaan Imlek tidak hanya dilakukan di China saja, tetapi hampir seluruh masyarakat suku Tionghoa yang ada di dunia. Pun dengan masyarakat Tionghoa yang ada di Lombok, perayaan Imlek ini dirayakan setiap tahunnya.

Penjaga Klenteng Po Hwa Kong, Nyoman Hariani, Rabu, 6 Februari 2024 mengaku bahwa setiap tahunnya ada perayaan Imlek di Klenteng Po Hwa Kong dengan meriah, ada Cap Go Meh (perayaan malam ke-15), Barongsai dan makan bersama Mie Panjang Umur.

Namun, untuk saat ini semua perayaan Imlek ditiadakan karena dekat dengan pemilu, dan hanya melakukan Sembahyang Interen antar umat saja.

“Persiapannya kita Sembahyang bersama, tahun ini tidak ada Imleknya, tidak ada acara, tidak ada perayaan karena mepet dengan pemilu, jadi cuma Sembahyang interen aja untuk umat-umatnya aja. Kemarin juga sudah gotong royong, lampionnya udah pada turun dan akan diganti baru,” ungkapnya.

la mengaku bahwa meskipun perayaan Imlek ini identik dengan Tionghoa dan umat agama Tri Dharma (Buddha, Tao, dan Konghucu), tetapi di Klenteng Po Hwa Kong biasanya terbuka untuk umum. Namun, karena tahun ini tidak ada perayaan, sehingga Imlek kali ini hanya dilakukan khusus antar umat saja.

“Cuma sembahyang aja, kalau dulu kan terbuka untuk umum, berbagai umat, muslim kalau misalnya mau dateng, dateng aja, kalau sekarang ndak ada,” tambahnya.

Meski tidak ada perayaan Imlek tahun ini, Nyoman mengaku bahwa tetap segala sesuatu yang ada di Klenteng Po Hwa Kong harus bersih dan baru, seperti lampion, dan membersihkan dewa.

“Minggu kemarin kita ada gotong royong, meskipun nggak ada acara tapi kan semua kayak baru, semua harus bersih. Kayak dewanya kan dimandiin, dibersihin lah istilahnya, tiap tahun kita bersih-bersih, jelasnya

Sembahyang bersama di Klenteng oleh umat Buddha umumnya dilakukan dua kali sebulan, tanggal 1 dan 15 kalender China. Tapi, bagi siapa saja yang ingin Sembahyang tiap hari, dipersilahkan. Oleh karenanya Klenteng Po Hwa Kong buka tiap hari mulai pukul 08.00-23.00 WITA

.Sembahyang biasanya dimulai dari Tuhan, kemudian Leluhur, Tuan Rumah, Dewi Kwan Im, Dewa Kwan Kong, Mak Cok, dan Tri Dharma (Buddha, Konghucu, Tao). (era)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *