Optimalkan PAD, Disperindag Lobar Tertibkan Pasar Kediri

Pasar Kediri sudah tertib dan rapi setelah ditertibkan, sehingga pedagang pun lebih tertib dan nyaman berjualan.(Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Pemkab Lombok Barat melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan penataan pasar Kediri yang sebelumnya semerawut sehingga hal ini pun menjadi keluhan oleh pedagang dan warga. Berkat penataan yang dilakukan hampir sepekan lalu tersebut, pedagang pun menjadi nyaman baik berjualan maupun memarkir kendaraannya.

Kadisperindag Lobar, H. Maksum yang dikonfirmasi media menerangkan, penertiban dan penataan pasar Kediri itu dilakukan setelah melakukan rapat koordinasi jajarannya dengan pihak Dinas Perhubungan, Kepala Inspektorat, dan Satpol PP Lobar. Penataan dan penertiban Pasar kediri ini dimaksudkan untuk merapikan serta memperindah sekaligus menertibkan tata kelola admnistrasi potensi pedagang maupun lahan Pasar yang digunakan sebagai lahan parkir tertib. “Dari hasil kolaborasi, sinergisitas kami dengan semua pihak, bisa kita benahi dan tata,”jelasnya.

Pihaknya tidak melakukan penertiban sesaat, namun memastikan itu dijalankan oleh para pemangku pasar baik itu pedagang, mandor pasar, juru parkir dan juru pungut. Alhasil pasar Kediri pun bisa ditertibkan. Parkir kendaraan tidak lagi masuk ke areal pasar, karena itu dominan dari Disperindag. Sehingga areal parkir ini pun dipasangkan batasan. Area pasar yang tadinya dipakai untuk parkir bisa dimanfaatkan sebagai dropzone oleh pedagang untuk mendrop barangnya. Kalaupun nanti kendaraan itu diam di dalam areal, tentu akan dikenakan tarif cukai pasar.

Selain itu, pihaknya sedang menyusun Perbup bagi pihak yang memanfaatkan atau bertransaksi di areal pasar akan dikenakan biaya. Pihaknya akan melakukan perjanjian kerja sama (PKS) dengan pihak pemilik lahan di pasar. Hal ini menjadi upaya untuk mengoptimalkan PAD dari pasaran. Selain itu melalui penertiban pasar ini, juga sebagai upaya menertibkan juru pungut yang liar. Sebab keberadaan juru pungut liar menyebabkan PAD dari pasar ini kurang optimal diperoleh. Kedepan penertiban pasar ini tidak hanya di Kediri, melainkan di pasar lain.

Setelah dari Kediri, pihaknya akan bergerak ke pasar Narmada. Jumlah pasar yang dikelola Disperindag sendiri sebanyak 23 pasar.

Sementara itu, Sekdis Perindag Lalu Wira Kencana, mengatakan kondisi pasar Kediri selama ini agak semerawut sehingga pihak dinas melakukan penertiban bersama OPD terkait. Sehingga setelah ditertibkan, pedagang tidak lagi jualan di area parkir, begitu pula parkir kendaraan tidak lagi mengambil area pasar. “Kita berkomitmen besama melakukan penertiban, untuk meningkatkan PAD, pedagang lebih sejahtera. Di samping arus lalu lintas lebih lancar dan tertib,” ujarnya.

Penertiban dilakukan tanggal 7 Februari lalu, dari hasil pantauan satu Minggu pasar Kediri masih berjalan tertib. Pedagang bakulan dan menggunakan mobil bisa ditarik ke dalam pasar, sehingga pasar ini lebih tertib dan aman. Selain itu, tidak terjadi dobel pungut tarif ke pedagang. Dan PAD pun bisa lebih maksimal baik dari pasar yang dikelola oleh Disprindag dan parkir yang dikelola Dishub. (her)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *