Alami Gangguan Kesehatan, Petugas Kesehatan di NTB Tangani Ratusan Penyelenggara Pemilu

H.Hamzi Fikri (Suara NTB/ris)

Mataram (Suara NTB)-Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi NTB melaporkan penanganan kesehatan penyelenggara Pemilu, para saksi, dan aparat selama proses pemungutan suara dan rekapitulasi. Laporan dari tanggal 13 hingga 15 Februari menunjukkan ada ratusan kasus gangguan kesehatan yang dilakukan penanganan oleh tim kesehatan di fasilitas kesehatan (faskes).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB Dr.dr H.Lalu Hamzi Fikri mengatakan, tim pemantau pemilu dari Dinas Kesehatan melakukan pemantauan sebelum hari pemungutan suara, pada saat pemungutan serta saat rekapitulasi.

Ia merincikan, di Kota Mataram, satu orang petugas KPPS di Kelurahan Mandalika, Cakranegara terbaring lemas dan mengalami demam. Petugas tersebut langsung dibawa ke IGD Puskesmas Cakranegara untuk mendapatkan perawatan.

Di Lombok Barat pada tanggal 14 Februari 2024, petugas Pustu Telagawaru menerima satu orang pasien polisi pengamanan penghitungan suara di TPS 15 desa Telagawaru Labuapi inisial BS lak-laki umur 41 tahun alamat Desa Telagawaru dengan keluhan pusing, dan nafas terasa berat.

“Sedangkan pasca pemilu, sesuai update data Daftar Laporan Surveilans Berbasis Kejadian tanggal 15 Februari 2024 di Kabupaten Lombok Barat terdapat 6 orang dengan masalah kesehatan,” kata H.Lalu Hamzi Fikri, Jumat, 16 Februari 2024.

Di Kabupaten Lombok Timur kata dr. Fikri, kasus kesakitan sebanyak satu orang saksi dari TPS 06 kecamatan Keruak dan dirawat di Puskesmas Keruak saat pemungutan suara serta satu orang lainnya di TPS yang berbeda mengalami masalah kesehatan.Di KSB, berdasarkan laporan surveilans berbasis kejadian tanggal 15 Februari 2024 di Kabupaten Sumbawa Barat terdapat 1 prang dengan masalah kesehatan.

Fikri mebambahkan, untuk di Kabupaten Dompu di tanggal 14 Februari 2024, terdapat 25 orang dengan masalah kesehatan. Sementara tanggal 15 Februari, laporan surveilans berbasis kejadian tanggal 15 Februari 2024 di daerah ini terdapat 29 orang dengan masalah kesehatan.

Di Kabupaten Bima sesuai dengan data laporan surveilan berbasis kejadian tanggal 14 Februari 2024, terdapat 75 orang dengan masalah kesehatan. Serta di tanggal 15 Februari Februari 2024 daerah ini terdapat 84 orang dengan masalah kesehatan.“Sedangkan di Kota Bima pada tanggal 15 Februari 2024 di Kota Bima terdapat 2 orang dengan msalah kesehatan,” ujarnya.

Sementara sejumlah daerah yang tak ada laporan kasus gangguan kesehatan yaitu Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Tengah, dan Kabupaten Sumbawa.

“Semua petugas KPPS di daerah sudah didaftarkan Kartu BPJS menggunakan kuota UHC masing-masing daerah,” katanya.(ris)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *