Aplikasi Sirekap di Lobar Banyak Tak Berfungsi

Komisioner KPU Lobar turun cek pergeseran kotak suara hasil pemungutan suara dari KPPS ke PPK.(Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Para Calon Legislatif (Caleg) dan partai politik (parpol) peserta Pemilu di Lombok Barat banyak mengeluhkan aplikasi Sirekap yang tak berfungsi maksimal saat penghitungan perolehan suara. Mereka pun khawatir dengan tak berfungsi maksimalnya Sirekap ini rawan dimainkan oknum. Namun pihak KPU memastikan para peserta pemilu bisa membuktikan perolehan suara mengacu C1 Plano Hasil atau manual pada saat pleno tingkat PPK (kecamatan).

Informasi yang diserap media di lapangan, aplikasi Sirekap ini tak bisa berfungsi maksimal menyebabkan para Caleg sangat kebingungan. “Sirekap ini yang tidak jalan, dan membuka ruang untuk bermain,” kata salah seorang Caleg yang tidak bersedia disebutkan namanya. Menurutnya, kalau seandainya Sirekap ini berjalan, maka data di KPU sudah pasti terlihat. Sehingga ia pun khawatir data rekapan suaranya akan berbeda antara manual di form C 1 Plano hasil dengan Sirekap.

Begitu pula di tingkat KPPS, Sirekap ini tak berfungsi maksimal sehingga menyulitkan Petugas menginput data perolehan suara yang ada pada C1 Plano di masing-masing TPS. Dikonfirmasi terkait persoalan Sirekap ini, pihak KPU Lobar melalui komisioner Saiful Huda tak menampik kendala Sirekap tersebut. Diakuinya, di lapangan ia menemukan juga kendala-kendala aplikasi Sirekap ini. “Macam- macam kendalanya, ada yang bisa, ada yang ndak, tidak bisa terbaca gambar, ada yang terkirim tapi belum bisa publikasi, akunya.

Pihaknya pun sudah melakukan zoom meeting dengan KPU RI soal Sirekap ini. Dan pihak KPU RI pun menyampaikan agar KPU daerah menjalankan Sirekap ini dengan kondisi apa adanya dulu. Pihaknya sendiri tidak bisa berbuat banyak, sebab aplikasi ini bukan ranahnya di KPU Lobar. Bagi caleg dan parpol peserta pemilu yang mengeluhkan Sirekap ini, nantinya bisa menunjukkan bukti form C 1 Plano hasil pada saat pleno PPK. Termasuk kalau ada form C 1 Plano hasil atau C1 salinan yang dicoret atau ditipe x karena kemungkinan ada koreksi terhadap hasil penjumlahan, itu juga nantinya bisa disampaikan protes.

Karena nantinya, pada pleno PPK akan dibuka tong C1 hasil yang ditaruh di satu tong dengan calon presiden. “Itu diangkat semua, dibuka lagi, lalu disandingkan dengan Sirekap,”jelasnya. Bagi yang terkendala seperti tidak ada gambar di Sirekap, bisa langsung difoto rekap web saat pleno PPK tersebut. Lebih jauh dikatakan, saat ini surat suara hasil pencoblosan sudah digeser dari KPPS ke PPK kecamatan. “Ini kebetulan saya turun monitoring di Lembar, saya cek. Rata-rata hari Sabtu mulai pleno tingkat PPK,”ujarnya.

Pelaksanaan pleno tingkat PPK akan dilaksanakan Sabtu, mengingat hari Jumat terlalu pendek waktunya. Soal kekhawatiran terjadi celah kecurangan dengan tak berfungsinya Sirekap ini, pihaknya berharap tidak terjadi demikian. (her)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *