Banyak Pasien Rawat Inap di RSUD Tripat Tak Bisa Mencoblos

Pasien di RSUD Tripat yang dilayani oleh KPPS terdekat untuk mencoblos.(Suara NTB/Ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Banyak diantara pasien rawat inap di Rumah Sakit (RS) Tripat Lombok Barat (Lobar) tidak dapat menyalurkan hak suaranya dalam Pemilu tahun ini. Menyusul tidak disediakannya Tempat Pemungutan Suara (TPS) di RS tersebut oleh pihak penyelenggara dalam hal ini KPU.

Ketua Bawaslu Lobar, Rizal Umami menegaskan tidak disediakan TPS Khusus di RS Tripat. “Sehingga mereka (Pasien) tidak terhitung sebagai Daftar Pemilih Tambahan (DPTb),” kata Ketua Bawaslu Lobar Rizal Umami saat ditemui di ruangannya, Kamis (15/2). Untuk menggunakan hak pilihnya pada tanggal 14 Februari kemarin, pasien lah yang diminta mendatangi TPS terdekat di sekitaran RS. Hal ini pun berlaku jika di TPS tersebut memiliki surat suara lebih.

Bagi pasien yang berdomisili atau tempat tinggalnya dekat dengan lokasi RS, maka itu bisa difasilitasi untuk didatangi pihak penyelenggara pemilu.  “Maka dia difasilitasi di TPS terdekat. Orangnya yang harus mendatangi TPS,” katanya.

Koordinator Divisi Data dan Informasi KPU Lobar, Mashur mengatakan tidak ada konfirmasi jumlah pasien rawat inap yang akan menjadi DPTb. Informasi ini didapatkan KPU saat koordinasi dengan pihak RSUD Tripat mengenai pendataan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) pada 7 hari sebelum pemilu. Namun, KPU tetap antisipasi dengan mengerahkan PPK untuk melakukan konfirmasi kepada pihak RS.“Ternyata tadi pagi ada satu orang kami diinformasikan PPK yang dibawakan satu surat suara. Kebetulan juga pasien berasal dari desa sekitar RS Gerung,” kata Mashur melalui saluran telephone.

Sehingga KPU hanya menemukan satu pasien yang mendapatkan pelayanan dan terdata sebagai pemilih domisili dekat dengan RS Tripat Gerung. Model pelayanannya, pasien tersebut dibawakan surat suara menggunakan plastik, PTPS, saksi, dan KPPS 4 5 untuk melakukan pencoblosan di RS. “Kalau bukan asal atau warga dekat sini, ya harus kembali ke tempat asalnya untuk memilih,” terangnya.

Sedangkan kondisi pemilih yang sebagai pasien di RS Awet Muda Narmada hingga saat ini belum ada informasi yang didapatkan oleh KPU. Menurutnya perlu ada konfirmasi lebih lanjut kepada pihak RS Awet Muda. “Kami belum mendapatkan laporan dari PPK. Biasanya kalo ada mereka menyampaikan lewat grup,” jelasnya. (her)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *