Diduga karena Kelelahan, Saksi TPS dari Partai Gerindra Jatuh Sakit dan Meninggal Dunia

PURWOREJO, purworejo24.com – Diduga kelelahan setelah sehari semalam bertugas menjadi saksi TPS pada gelaran pemilu 2024, seorang warga Purworejo Jawa Tengah meninggal dunia. Korban diketahui mulai mengeluh badannya tidak sehat sehari pasca pelaksanaan coblosan.

Saksi TPS dari partai Gerindra tersebut bernama R Sudadi, warga RT 1 RW 9 Kelurahan Pengenjurutengah, Kecamatan Purworejo. Korban pertama kali diketahui meninggal dunia pada Sabtu pukul 5 sore. Saat itu anak dan mantan istri Sudadi yang saat itu berada di rumah korban, curiga korban diam saja tidak bergerak berbaring di tempat tidur.

Anak korban akhirnya memanggil tetangga terdekat untuk memeriksa keadaan korban. Posisi korban saat itu tidur meringkuk dengan kedua tangan lurus di depan perut. Setelah diperiksa, korban sudah tidak bernafas dan denyut jantung tidak ada. Mengetahui korban meninggal tetangga pun mengabarkan hal tersebut ke lingkungan sekitar.

“Saat itu saya dipanggil mas Herman, diajak untuk melihat Sudadi, terus saya lihat posisi Sudadi sudah meringkuk, sudah lemas dan nggak bernafas. Terus saya bilang nggak usah dibawa ke rumah sakit karena percuma, sudah meninggal,” ujar Nurman, tetanga korban.

Korban diduga kelelahan setelah bertugas menjadi saksi TPS pada pencoblosan hari Rabuhingga Kamis lalu (14 – 15 Februari 2024).  Rubino., salah satu kerabat mengakui bahwa korban memang pada hari Rabu (14 Februari 2024) lalu sempat menjadi saksi TPS Partai Gerindra dan bertugas di TPS  29 Kelurahan Pangenjurutengah. Korban diketahui berangkat bertugas seharian mulai Rabu jam 6 pagi hingga pulang Kamis jam 6 pagi. Walaupun sudah mengeluh sakit beberapa hari lalu, korban diketahui tidak memeriksakan diri ke dokter ataupun rumah sakit.

Subowo, kakak korban mengakui Sabtu sore sempat mendapat telepon dari anak korban yang mengabari bahwa Sudadi tengah sakit sejak 2 hari terakhir. Namun ketika datang untuk menjenguk., korban diketahui sudah meninggal dunia. Selanjutnya korban dimakamkan di pemakaman umum kampung Sitanjung yang berjarak sekitar 200 meter dari rumah duka.

“Sakitnya memang dua hari setelah jadi saksi pencoblosan. Anaknya bilang itu pulangnya sampai pagi. Sebelumnya sehat, terus ngeluh kecapekan,” pungkas  Subowo.(Nuh-P24)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *