Dengan Skema KPBU, Bank NTB Syariah Jadi Bank Pembiaya Proyek PJU di Kabupaten Madiun

Tim dari Kantor Pusat Bank NTB Syariah dan Kantor Cabang Surabaya berkoordinasi dengan unsur Dinas Perhubungan Kabupaten Madiun perihal proyek PJU yang sudah terlaksanaka dengan Skema KPBU dan dibiayai Bank NTB Syariah. (Suara NTB/bul)

Madiun (Suara NTB) – Bank NTB Syariah makin dipercaya di Provinsi Jawa Timur. Salah satunya, bank kebanggaan masyarakat Nusa Tenggara Barat berkontribusi mendukung pembangunan dalam proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kabupaten Madiun.

Bank NTB Syariah menjadi bagian dari Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) atau skema yang memungkinkan pemerintah untuk tidak bergantung pada APBN dalam penyediaan layanan infrastruktur.

Melalui skema KPBU, Bank NTB Syariah melalui salah satu perusahaan konsorsium membiayai membiayai puluhan milir proyek PJU di Kabupaten Madiun.

Tim dari Kantor Pusat Bank NTB Syariah dan Kantor Cabang Surabaya berkoordinasi dengan unsur Dinas Perhubungan Kabupaten Madiun perihal proyek PJU yang sudah terlaksanaka dengan Skema KPBU dan dibiayai Bank NTB Syariah. (Suara NTB/bul)

Tiga perusahaan nasional yang tergabung dalam konsorsium proyek PJU di Kabupaten Madiun ini diantaranya, PT Focus Indo Ligthting, yang merupakan perusahaan pabrik lampu LED nasional. Evecross, yang merupakan perusahaan yang memproduksi handphone nasional. Dan PT Perwira, perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur, dan tiang PJU.

Ketiga perusahaan ini kemudian membuat perusahaan konsorsium yang diberi nama PT Tri Tunggal Madiun Terang, yang melaksanakan proyek PJU Kabupaten Madiun yang melaksanakan proyek PJU sebanyak 7.459 titik.

Proyek PJU dengan skema KPBU ini menjadi proyek pertama di Indonesia yang sudah berjalan sejak tahun 2023.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Perlengkapan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Madiun, Rena Meta Wardhani mengatakan, pemasangan PJU sebanyak 7.459 titik lampu ini berada di jalan kabupaten.

Proyek PJU yang dikerjakan perusahaan konsorsium PT TTMT ini senilai Rp100 miliar dengan tenor 10 tahun termasuk perawatan, dicicil dengan anggaranya bersumber dari APBD Kabupaten Madiun.

“Pembayaran langsung melalui SIMDA, ke rekening perusahaan di Bank NTB Syariah, yang dibayarkan setiap bulan oleh Pemkab Madiun,” jelas Rena Meta.

Rena Meta menyebut proyek PJU di Kabupaten Madiun ini dikawal langsung oleh Pemerintah Pusat melalui Kemenhub dan juga Kemenkeu. Sehingga perusahaan penjaminnya merupakan PII yang berada langsung di bawah Kemenkeu. Sementara Pemkab Madiun menyiapkan anggaran melalui APBD setiap tahunnya selama 10 tahun berjalan.

“Pembayaran angsuran dilakukan setiap bulan ke rekening perusahaan konsorsium di Bank NTB Syariah,” terangnya.

Direktur Operasional PT Tri Tunggal Madiun Terang (TTMT) Budi Santoso menjelaskan proyek PJU sebanyak 7.459 titik dengan nilai proyek sebesar Rp100 miliar ini merupakan proyek percontohan nasional, dan baru satu-satunya di Indonesia, yang dilaksanakan bekerjasama dengan Pemda Kabupaten Madiun.

“Proyek PJU di Kabupaten Madiun ini dikawal langsung Kementerian Keuangan RI dan pembiayaannya dari APBD, dan lembaga penjaminnya addalah PII (Penjaminan Infrastruktur Indonesia) yang berada langsung di bawah Kemenkeu. Jadi proyek ini sangat aman dari risiko bisnis,” kata Budi Santoso didampingi Tenaga Ahli KPBU PT TTMT Suryadi, Kamis, 22 Februari 2024.

Proyek PJU ini dibiayai langsung oleh Pemkab Madiun melalui APBD dan diperkuat oleh Peraturan Daerah (Perda). Dimana proyek PJU ini berlangsung selama 10 tahun, termasuk masa perawatan dan operasional yang ditanggung oleh PT TTMT. Untuk pembayaran cicilan nilai proyek, langsung dilakukan oleh Pemkab Madiun ke rekening Bank NTB Syariah milik PT. TTMT.

Budi mengaku sangat mengapresiasi dan terbantu dengan Bank NTB Syariah dalam menjalakan proyek PJU di Kabupaten Madiun yang menjadi percontohan secara nasional tersebut. Terlebih lagi, pelayanan Bank NTB Syariah dalam memproses pengajuan dan lainnya sangat luar biasa, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.

“Kami sangat berterima kasih terhadap pelayanan luar biasa dari Bank NTB Syariah Cabang Surabaya. Untuk proyek kami yang lainnya, pastinya kami juga akan menggunakan pembiayaan Bank NTB Syariah, karena merasakan pelayanan yang luar biasa,” ungkap Budi.

Ahadiyatna Halid, Relationship Manager Kantor Pusat Bank NTB Syariah menjelaskan bahwa pembiayaan PT TTMT yang merupakan konsorsium dari tiga perusahaan besar nasional dan Jawa Timur yang menangani proyek PJU di Kabupaten Madiun ini mendapatkan pembiayaan senilai Rp45 miliar dari total nilai proye PJU sebesar Rp100 miliar.

“Artinya, Bank NTB Syariah memberikan pembiayaan sebesar Rp45 miliar dan sisanya Rp55 miliar itu dari dana perusahaaan konsorsium itu sendiri,” jelas Halid.

Menurut Halid, proses pengajuan pembiayaan tiga perusahaan yang kemudian membentuk perusahaan konsrosium itu, dilakukan analis yang tetap memegang prinsip kehati-hatian. Pembiayaan proyek PJU Kabupaten Madiun ini juga sudah di cover dengan agunan colatoral 30 persen, dan asuransi PII.

Kemudian juga terkait dengan permohonan sudah disusun dengan berbagai pertimbangan.

Setelah melalui berbagai analisa dokumen yang masuk pada 2022 silam, mulai dari proyek PJU, perusahaan pelaksana, konsorsium hingga jaminan atau agunan dan nilai proyeknya, maka Komite Pembiayaan di Kantor Pusat Bank NTB Syariah melakukan rapat dan disetujui pembiayaan proyek PJU Kabupaten Madiun.

Selanjutnya pada Maret 2023, proyek PJU ini dilakukan penandatanganan akad dan pembiayaan senilai Rp45 miliar. Kemudian, pada Agustus 2023, pihak perusahaan konsorsium, yakni PT TTMT mulai melakukan pembayaran.

“Pembayaran angsuran pembiayaan sudah berlangsung sejak Agustus 2023, dan sampai saat ini sangat lancar,” ucap Halid.

Sementara itu, Branch Manager Bank NTB Syariah Cabang Surabaya, Eka Meidia Wijaya mengatakan proses pembiayaan tiga perusahaan konsorsium itu telah dilaksanakan secara prudent. Berbagai pihak terlibat untuk melakukan analisa, kelayakan perusahaan dan nilai pembiayaan yang diberikan untuk proyek PJU Kabupaten Madiun.

“Tiga perusahaan ini besar dan merupakan nasabah masuk kategori premium. Proyeknya juga dibiayai pemerintah, di kawal pemerintah pusat dan penjaminannya dari Kemenkeu, serta agunannya jelas. Tentu kita senang bank daerah kita bisa menjadi bagian dari pembangunan di Jawa Timur,” pungkasnya. (bul/*)Keterangan foto1: KOORDINASI: Tim dari Kantor Pusat Bank NTB Syariah dan Kantor Cabang Surabaya berkoordinasi dengan unsur Dinas Perhubungan Kabupaten Madiun perihal proyek PJU yang sudah terlaksanaka dengan Skema KPBU dan dibiayai Bank NTB Syariah. (Suara NTB/bul)Keterangan foto2: TUNJUK: Branch Manager Bank NTB Syariah Cabang Surabaya, Eka Meidia Wijaya menunjukkan PJU pertama yang dibangun di Kabupaten Madiun dengan skema KPBU, dibiayai oleh Bank NTB Syariah. (Suara NTB/bul)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *