Ratusan Peserta dari 15 Negara Ikuti Merumatta Coast Trail Senggigi-Lombok

Foto peserta dari 19 negara mengikuti Merumatta Coast Trail Senggigi-Lombok, Minggu, 25 Februari 2024.

Giri Menang (Suara NTB) – Merumatta Coast Trail Senggigi-Lombok kembali digelar untuk kedua kalinya di Merumatta, Sengigigi kecamatan Batulayar Lombok Barat. Acara ini merupakan salah satu event lari lintas alam yang menantang dan menarik bagi para pecinta olahraga lari.

Kegiatan ini berhasil menarik perhatian 500 peserta dari 19 negara, dengan kategori wanita dan pria. Indonesia sebagai tuan rumah meraih prestasi yang membanggakan. Mereka ikut empat kelas atau rute yang berbeda, yaitu 8K dengan elevasi gain 550 meter (WNI 156, WNA 12), 15K dengan elevasi gain 800 meter (WNA 155, WNA 18), 25K dengan elevasi gain 1450 meter (WNA 104, WNI 14), dan 50K dengan elevasi gain 2900 meter (WNA 16, WNI 8).

GM Hotel Merumatta, Fahrurrazi mengungkapkan rasa senang dan puas atas berlangsungnya acara ini dengan lancar dan sukses. “Kami sudah mempersiapkan acara ini sejak enam bulan yang lalu dengan matang dan terencana. Alhamdulillah, semua berjalan sesuai rencana, mulai dari start pukul 01.00 Wita sampai finish pukul 06.30 Wita. Finish pun masih berlangsung, namun masih dalam batas waktu cut off time,” ujarnya saat Konfrensi Pers, Minggu, 25 Februari 2024.

Fahrurrazi juga mengatakan acara ini mengalami peningkatan peserta dan negara yang ikut serta dibandingkan tahun lalu. “Tahun lalu, kami hanya memiliki 250 peserta dari 16 negara. Tahun ini, kami berhasil mencapai 500 peserta dari 19 negara. Ini menunjukkan bahwa acara ini sangat diminati oleh para runner, baik dari dalam maupun luar negeri. Kami melakukan promosi melalui berbagai media sosial, baik secara individu maupun perusahaan. Kami juga mendapat dukungan dari para peserta tahun lalu yang merekomendasikan acara ini kepada teman-temannya,” tuturnya.

Acara ini tidak hanya memberikan pengalaman lari yang menantang dan menyenangkan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pariwisata dan perekonomian di Lombok, khususnya di Senggigi. “Kami melihat bahwa banyak peserta yang memilih menginap di Merumatta karena lokasi acara di sini. Ini tentu meningkatkan occupancy hotel kami dari 40% menjadi 70%. Kami yakin juga teman-teman hotel lain di Senggigi mendapat keuntungan dari acara ini. Selain itu, acara ini juga mempromosikan keindahan alam dan budaya Lombok kepada dunia,” jelas Fahrurrazi.

Untuk tahun depan, Fahrurrazi berharap acara ini bisa terus berkembang dan meningkatkan kualitasnya. “Kami berencana untuk menambah jumlah peserta menjadi 700 dan mendapatkan sponsor yang lebih banyak. Kami juga berterima kasih kepada semua stakeholder yang telah mendukung acara ini, baik dari pemerintah, swasta, maupun masyarakat. Kami harap acara ini bisa menjadi acara tahunan yang tetap diadakan di Lombok dan diakui secara nasional maupun internasional,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Race direktur Merumatta Coast Trail Senggigi-Lombok, Sri Agus Budi Santoso, mengatakan event ini mulai diminati oleh para pelari trail, baik dari Lombok, Bali, Jawa, maupun luar negeri. Ia berharap event ini menjadi kebanggaan Lombok Barat dan NTB, serta menjadi spot pariwisata unggulan di Lombok. Ia juga mengapresiasi dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang memberikan perhatian kepada event ini.

Salah satu hal yang menarik dari event ini adalah adanya kategori 50K yang merupakan kategori ultra. Kategori ini baru diluncurkan pada tahun 2024 ini dan menjadi tantangan tersendiri bagi para pelari. Pasalnya, kategori ini dimulai pada malam hari dan melewati rute yang sama dengan kategori 25K, namun dua kali putaran. Rute ini melintasi Pantai Senggigi, Batu Layar, Batu Bolong, Mangsit dan Bukit Loco yang memiliki pemandangan indah namun juga medan yang berat. Selain itu, cuaca yang panas dan berubah-ubah juga menjadi faktor yang mempengaruhi performa para pelari.

Meskipun demikian, Sri Agus Budi Santoso mengatakan event ini memberikan wacana dan kesan baru bahwa trail running malam hari juga bisa dilakukan di Lombok, asalkan ada koordinasi dengan semua pihak yang terkait. Ia juga mengatakan para peserta yang mengikuti kategori 50K sehat dan tidak mengalami masalah serius, meskipun ada beberapa yang memutuskan untuk berhenti setelah lap pertama. Ia berharap tahun depan, kategori 50K ini bisa menarik lebih banyak peserta lagi.

Sementara itu, kategori 15K menjadi kategori favorit bagi para pelari yang ingin belajar, bersenang-senang, atau mencari tantangan. Kategori ini menjadi pertemuan antara pelari pemula, menengah, dan mahir, yang bisa saling bertemu dan berbagi pengalaman. Kategori ini juga menawarkan pemandangan dan medan yang variatif dan menarik. (Her)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *