Bikin Inovasi Salep Mata Ikan, Dua Siswa SMP Darul Hikmah- Kutoarjo Islamic School Raih Honorable Mention di Ajang ISPO 2024

KUTOARJO, purworejo24.com – Dua siswa SMP Darul Hikmah-Kutoarjo Islamic School (DH-KIS), Purworejo, Jawa Tengah, bernama Abdiel Widhia Iswara dan Muhammad Ikhlasul Amal berhasil meraih prestasi dengan mendapatkan Honorable Mention di ajang Indonesian Science Project Olympiade (ISPO) 2024.

Indonesian Science Project Olympiade (ISPO) merupakan sebuah kegiatan olimpiade proyek penelitian dalam bidang biologi, fisika, kimia, teknologi, lingkungan, dan komputer yang diselenggarakan oleh Eduversal Foundation.

Kegiatan itu diperuntukan bagi para generasi muda Indonesia yang bersekolah di tingkat SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK se-Indonesia.

Dikategori bidang Kimia, dengan membuat BAPUJA yaitu Bawang Putih (Allium sativum) dan Biji Jarak (Ricinus communis) untuk Salep Mata Ikan, Abdiel Widhia Iswara dan Muhammad Ikhlasul Amal berhasil lolos ke tahap Grand Final pada 22-24 Februari 2024 lalu dan berhasil meraih prestasi.

Guru Pembimbing Program ISPO di SMP Darul Hikmah-Kutoarjo Islamic School, Eny Wahyuningrum, mengatakan, selama dua tahun ini perwakilan siswa dari SMP Darul Hikmah telah mengikuti kompetisi ISPO.

Tahun lalu siswa mengikuti kompetisi dengan membuat sabun herbal, sedangkan tahun ini siswa membuat salep, yaitu salep dari bahan- bahan alam digunakan untuk menyembuhkan penyakit mata ikan.

Kalau tahun lalu karena masih pengalaman pertama untuk anak- anak kami, karena saat proses penjurian belum bisa menjawab dengan lengkap apalagi di proses penjurian itu juga diperlukan kemampuan berbahasa inggris dan tahun lalu belum mendapatkan juara. Alhamdulillahnya untuk tahun ini sudah mendapatkan gelar Honorable Mention, yaitu merupakan piagam penghargaan atau juara favorit atau kalau diperlombaan sebagai juara harapan,” ungkap Eny Wahyuningrum, saat ditemui di kampus SMP Darul Hikmah di Kutoarjo, pada Jumat (1/3/2024) sore.

Di kompetisi ISPO 2024, diikuti oleh hampir ada 40an judul pada tahap awal atau saat proses seleksi. Setelah di kurasi kemudian diambil 20 judul untuk masuk ke tahap final.

Ditahap final itulah kemudian dilakukan penjurian dengan melakukan berbagai pertanyaan atau wawancara. Untuk peserta dari SMP Darul Hikmah mengikuti penjurian pada Kamis tanggal 22 Februari 2024. Ditahap itu kedua peserta berhasil melewati proses penjurian dan bisa menjawab pertanyaan juri dengan baik, hingga dilakukan pengumuman pada Sabtu tanggal 24 Februari 2024, keduaanya dinyatakan berhasil meraih juara.

Kompetisi itu diselenggarakan untuk siswa SLTP dan SLTA diseluruh Indonesia, kemarin itu banyak juga dari SMA Negeri, SMP negeri yang turut serta dalam kompetisi tersebut. Adapun Kompetisi sendiri dimulai pada bulan September 2023, dengan fase pertama aplud proposal terlebih dahulu, setelah dinyatakan lolos baru masuk final. Pada final dibulan Februari dilakukan pengapludan makalah secara lengkap dan penjurian,” jelasnya.

Eny mengaku senang dan lega serta bersyukur atas hasil yang didapat, yaitu kerja keras yang dilakukan oleh dua siswa binaanya, yang dengan gigih dan tidak lelah melakukan inovasi, menemukan solusi dari masalah yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari- hari. Adapun Ide inovasi berasal dari siswa, dan guru pembimbing hanya menyempurnakan dan juga memberikan pengarahan, agar ide itu bisa direalisassikan lebih maksimal lagi.

Ini proses seleksinya juga cukup lama, selama empat bulan, tentunya saya merasa sangat bangga kepada mereka berdua, yang selama ini dengan gigih, dengan penuh semangat menyelesaikan segala proses dan tahapan seleksi sehingga akhirnya di wawancara dan bisa menjawab dengaan baik, tentu saya sebagai guru pembimbing merasa sangat bangga. Kami menyampaikan terima kasih atas segala usaha dan kerja kerasnya dari kedua anak ini. Tentunya dari pihak sekolah akan memberikan penghargaan kepada mereka yang sudah mendapatkan juara,” ucapnya.

Dengan keberhasilan itu, Kedepan SMP Darul Hikmah-Kutoarjo Islamic School akan terus mengikuti perlombaan di event- event sejenis. Dalam waktu dekat ini mereka akan mengikuti Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2024 yang akan digelar oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) Kemendikbudristek, namun dalam prosesnya nanti dengan judul yang berbeda.

Mereka berdua juga akan diikutkan dalam ajang kompetisi Science Project internasional namanya International Greenwich Olympiad (IGO) yang akan dilaksanakan di United Kingdom, jadi mereka akan ikut proses seleksi pada event tersebut, namun ini masih menunggu prosesnya pekan depan akan ada info dari pihak penyelenggara,” ujarnya.

Eny berharap santri dari Darul Hikmah-Kutoarjo Islamic School bisa terus berkembang, terus mengembangkan potensinya yang ada sesuai minat bakat pada anak.

Semoga mereka semua bisa istiqomah dan dengan ketaqwaan yang baik untuk terus berkembang dengan baik pula,” harapnya.

Direktur Darul Hikmah-Kutoarjo Islamic School, Eko Andi Hartono, juga menyampaikan rasa syukur dan bangga atas perolehan penghargaan yang diraih oleh siswa SMP Darul Hikmah.

“Sebagai Direktur DH-KIS tentunya saya sangat bangga dan bersyukur atas prestasi yang didapatkan oleh siswa SMP Darul Hikmah di ajang ISPO 2024. Mereka sangat mungkin bisa meraih prestasi di ajang internasional dengan dukungan semua pihak,” katanya.

Sementara itu, Abdiel Widhia Iswara dan Muhammad Ikhlasul Amal, mengaku senang dan bersyukur bisa meraih Honorable Mention di ajang Indonesian Science Project Olympiade (ISPO) 2024 itu.

Mereka berdua merupakan siswa kelas 8A di SMP Darul Hikmah-Kutoarjo Islamic School yang sama- sama berasal dari Kabupaten Kebumen.

Kami membuat inovasi pembuatan salep BAPUJA yaitu Bawang Putih (Allium sativum) dan Biji Jarak (Ricinus communis) untuk Salep Mata Ikan itu untuk membantu permasalahan teman- teman kita, yang utama di pondok. Teman- teman kita juga banyak yang punya masalah mata ikan, terus kami berkeinginan membuat ini tapi dengan cara yang ekonomis dan lebih mudah. Akhirnya kami mempelajari dan menemukan kandungan pada bawang putih dan biji jarak itu bisa saling bekerjasama untuk menyembuhkan penyakit mata ikan,” katanya.

Mesti bisa membuat salep mata ikan, mereka mengaku tidak akan memproduksi secara masal, karena beranggapan untuk mendapatkan berbagai macam perijinan cukup susah dan salep itu dibuat hanya untuk membantu teman- teman di pondok.

Kalau pembuatan tidak susah hanya diperlukan kesabaran saja,” ujarnya. (P24/wid)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *