Jadi Simbol Kesetiaan, Darah Mimi-Mintuna Ternyata Sangat Mahal, Rp 200 Juta Per Liter

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA–Jika Anda hobi mancing di laut, atau sering berkunjung kawasan pantai, tentu tidak akan asing dengan biota laut bernama mimi dan mintuno.

Biota yang sering disebut belangkas atau kepiting tapal kuda ini selalu berpasangan. Tidak aneh, dalam falsafah Jawa biota ini menjadi simbol kesetiaan.

“Semoga saling setia, seperti mimi dan mintono,” demikian kalimat wejangan yang sering didengar dalam upacara perkawinan, khususnya di Jawa.

Hewan ini sudah ada sejak ratusan juta tahun yang lalu sehingga termasuk dalam dalam kategori hewan purba.

Tapi tahukah Anda bahwa hewan ini memiliki darah biru yang harganya mencapat Rp 200 juta per liter?

Belum lama ini media sosial X (Twitter) diramaikan dengan unggahan tentang hewan purba yang juga dikenal dengan nama Horseshoe crab yang memiliki darah berwarna biru.

Kepiting tapal kuda itu disebut sudah ada sejak lebih dari 400 juta tahun.

Baca juga: Vihara Karuna Jala di Tangsel Berusia 3 Abad Lebih Miliki Kepiting Raksasa Hingga 12 Altar Ibadah

Dalam unggahan tersebut, terdapat foto yang memperlihatkan darah kepiting tapal kuda berwarna biru muda yang dimasukkan ke dalam botol kaca.

“Pengetahuan yang baru sender dapet dan bisa dishare. Dia namanya kepiting tapal kuda. dia hewan purba dan udah ada sejak lebih dari 400jt tahun lalu. warna darah dia biru (yang di gambar)” tulis unggahan ini.

Lantas, mengapa darah kepiting kapal kuda berwarna biru dan bernilai tinggi?

Penyebab darah kepiting tapal kuda berwarna biru

Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, drh Slamet Raharjo mengatakan, kepiting tapal kuda adalah hewan beruas dari famili Limulidae yang dalam bahasa Indonesia disebut belangkas.

“Kalau orang jawa menyebutnya dengan mimi-mintuna,” kata dia, saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (3/3/2024).

Slamet membenarkan bahwa darah hewan yang sudah hidup sejak 450 tahun yang lalu itu berwarna biru.

Halaman selanjutnya

Sumber: Kompas.com

BERITATERKAIT

Ikuti kami di

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *