BKSDA NTB Nyatakan Paus yang Terdampar di Lotim Merupakan Satwa Dilindungi

Petugas mengevakuasi paus biru kerdil yang terdampar di Lombok Timur, Rabu, 6 Maret 2024. (Foto: Humas Polres Lombok Timur)

Mataram (Suara NTB)-Seekor paus terdampar di Pantai Bangbangan, Desa Pringgabaya Utara, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur. Mamalia sepanjang 12 meter itu ditemukan oleh nelayan setempat pada Selasa, 5 Maret 2024 sekitar pukul 23.00 Wita.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTB melalui Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Lombok menindaklanjuti laporan dari masyarakat terkait ada Paus yang terdampar di wilayah setempat.

Kepala Balai KSDA NTB, Budhy Kurniawan mengatakan, petugas SKW I Lombok – BKSDA NTB segera menuju lokasi sesaat setelah mendapat informasi terkait dengan keberadaan satwa tersebut.

“Mereka berkoordinasi instansi atau pihak terkait BPSPL, Polairud, Polsek Pringgabaya, Babinsa Pringgabaya Utara, Satpol PP, Staf desa dan BPD Desa pringgabaya utara untuk turun bersama,” ujar Budhy kepada wartawan Rabu, 6 Maret 2024.

Menurut Budhy, jenis Paus yang terdampar tersebut Paus Biru Kerdil (Balaenoptera musculus brevicauda) dengan ukuran panjang kurang lebih 12 meter.

Kemudian, dilakukan upaya evakuasi penyelamatan dengan menggunakan kapal Polairud Polres Lombok Timur dan dibantu perahu masyarakat untuk ditarik ke tengah laut.Situasi dilokasi telah ramai didatangi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa petugas SKW I Lombok – BKSDA NTB memberikan edukasi pemahaman kepada masyarakat bahwa Paus tersebut merupakan satwa yang dilindungi Undang-undang agar masyarakat tidak mengganggu satwa tersebut selama proses dilakukan upaya evakuasi.

“Setelah dilakukan usaha penarikan ke tengah laut selama 1 jam, Paus dapat dievakuasi dengan selamat di tengah laut,” katanya.

Catatan dari national geographic menunjukkan bahwa perairan Indonesia memang dilalui oleh aneka macam paus yang bermigrasi pada bulan-bulan tertentu. Salah satunya adalah paus biru kerdil yang langka. Mamalia laut ini terancam punah akibat perburuan abad ke-20.

Namun berkat pelacakan satelit yang dilakukan para ilmuwan Australia, paus ini dapat ditemukan bahkan bisa dipahami jalur migrasinya dan dilaporkan dalam jurnal Scientific Report.(ris)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *