Musyawarah Daerah, KH. Drs. Sumedi M.Pd Terpilih Sebagai Ketua DMI Kabupaten Purworejo Masa Bakti 2024-2029

PURWOREJO, purworejo24.com – KH. Drs. Sumedi, M.Pd terpilih sebagai ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah masa bakti 2024-2029.

Dirinya terpilih menjadi ketua DMI yang baru menggantikan ketua DMI yang lama yaitu H. Muslikhin Madiani, S.Ag, M.Si.

Pemilihan ketua DMI itu terlaksana dalam Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Purworejo Tahun 2024, yang diselenggarakan di RM ABK Purworejo, pada Rabu (6/3/2024) kemarin.

Musda DMI itu diikuti oleh 35 peserta yang hadir dari unsur Pembina PD DMI Kabupaten Purworejo, Majelis Mustasyar PD DMI Kabupaten Purworejo, Pimpinan Harian PD DMI Kabupaten Purworejo, dan Bidang- Bidang PD DMI Kabupaten Purworejo.

Musda digelar dengan tujuan untuk memilih Ketua Umum DMI Kabupaten Purworejo masa bakti 2024-2029 dan memilihTim Formatur untuk Menyusun Kepengurusan DMI Kabupaten Purworejo Masa Bakti 2024-2029. Setelah terbentuk lalu memberi mandat penuh kepada Tim Formatur untuk segera menyusun Kepengurusan Pimpinan Dearah Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Purworejo untuk masa bakti 2024-2029 paling lambat 30 hari setelah Musda dilaksanakan,” ungkap Sekretaris Musda, Waloya, S.Ag, S.Pd, M.H, saat dikonfirmasi pada Kamis (7/3/2024) pagi.

Dalam Musda, lanjutnya, sejumlah program juga telah disepakati dan akan dilaksanakan, yaitu melaksanakan dan menyukseskan program- program DMI Pusat antara lain pembenahan dan perbaikan Akustik Masjid/Pengeras Suara, Aplikasi Masjid dan Media Digital, Masjid bersih dan Sehat, Pemberdayaan ekonomi berbasis Masjid manajemen kemasjidan, Sertifikasi tanah wakaf Masjid/Mushalla, Arsitektur Masjid pendidikan dan Dakwah dan wisata religi berbasis Masjid.

Adapun himbauan menghadapi bulan puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri tahun 1445 H adalah mendukung sepenuhnya himbauan pemerintah dalam hal ini Mentri Agama RI,” katanya.

Disebutkan secara rinci, sesuai Surat Edaran Mentri Agama RI dengan nomor SD.1 Tahun 2024 tentang panduan penyelenggaraan ibadah Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri tahun 1445 H/ 2024 M, diantaranya umat Islam dihimbau untuk tetap menjaga ukhuwah İslamiyah dan toleransi dalam menyikapi potensi perbedaan penetapan 1 Ramadan 1445 Hijriah/2024 Masehi, umat Islam melaksanakan ibadah Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri sesuai dengan syariat Islam dan menjunjung tinggi nilai toleransi, umat Islam dianjurkan untuk mengisi dan meningkatkan syiar pada bulan Ramadan dengan tetap mempedomani Surat Edaran Menteri Agama Nomor 05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Şuara di Masjid dan Musala, umat Islam dihmbau untuk melaksanakan berbagai kegiatan di masjid, musala, dan tempat lain dalam rangka syiar Rarnadan dan menyampaikan pesan-pesan taqwa serta mempererat persaudaraan sesama anak bangsa.

Takbiran Idul Fitri dilaksanakan di masjid, musala, dan tempat lain dengan ketentuan mengikuti Surat Edaran Menteri Agama Nomor 05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Şuara di Masjid dan Musala. Takbir keliling dilakukan mengikuti ketentuan pemerintah setempat dan aparat keamanan dengan tetap menjaga ketertiban, menjunjung nilai-nilai toleransi, dan menjaga ukhuwah İslamiyah. Salat Idul Fitri 1 Syawal 1445 Hijriah/2024 Masehi dapat diadakan di masjid, musala, dan lapangan dan materi ceramah Ramadan dan Khutbah Idul Fitri disampaikan dengan menjunjung tinggi ukhuwah Islamiyah, mengutamakan nilai-nilai toleransi, persatuan dan kesatuan bangsa, serta tidak bermuatan politik praktis sesuai dengan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 09 Tahun 2023 tentang Pedoman Ceramah Keagamaan,” sebutnya.

Dalam Surat Edaran itu juga menghimbau kepada umat Islam untuk lebih mengoptimalkan zakat, infak, wakaf, dan sedekah di bulan Ramadan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan umat. (P24/wid)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *