Hujan MeningIntensitasgi, BPBD Imbau Warga untuk Waspada

Genangan air di Desa Sigar Penjalin akibat air hujan merendam permukiman warga (Suara NTB/ist);

Tanjung (Suara NTB) – BPBD Kabupaten Lombok Utara mengimbau masyarakat untuk waspada seiring meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir. Terutama warga yang mengalami dampak hujan seperti banjir dan tanah longsor.

Kepala Pelaksana BPBD KLU, H. M. Zaldy Rahardian, ST., melalui Sekretaris BPBD, I Nyoman Juliada, mengungkapkan hujan lebat terjadi di wilayah Lombok Utara sejak Rabu 6 maret 2024. Bahkan hujan diprediksi akan meningkat hingga 11 Maret mendatang.

“Intensitas hujan terbilang lebat dan disertai angin kencang di wilayah Lombok Utara sehingga terjadi banjir dengan ketinggian air 60-70 cm,” ucapnya.

Sebelumnya, kata Juliada, pada Rabu malam hingga Kamis pagi, intensitas hujan yang tinggi memicu kejadian bencana di tiga titik di Lombok Utara. Masing-masing banjir akibat meningkatnya genangan air hujan mengakibatkan tergenangnya rumah warga di dusun Setembang, Desa Sigar Penjalin, kecamatan Tanjung. Di lokasi ini, setidaknya kediaman H. Rusdi, dengan jumlah 4 jiwa di kediaman itu terdampak.

Juliada menyatakan, genangan air setinggi di bawah lutut masuk hingga ke rumah warga. Kondisi ini diharapkan tidak semakin buruk seiring hujan yang terjadi pada Jumat sore.

“Setelah turun ke lokasi, hal yang menjadi pemicu banjir adalah saluran drainase terlalu sempit di belakang BTN, sehingga tidak bisa menampung air dan meluap,” ujarnya.

Banjir lainnya terjadi di wilayah Dusun Karang Montong Lauq, Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang. Air menggenangi pemukiman warga terjadi akibat saluran air di dusun itu meluap. Bahkan di dusun ini, kejadian serupa terjadi hampir setiap tahun. “Sekitar 15 rumah warga dan 45 jiwa terdampak,” imbuhnya.

Bencana selanjutnya terjadi di dusun Kerujuk, desa Menggala, kecamatan Pemenang, berupa longsor. Longsor di bantaran sungai mengakibatkan jebolnya tembok permukiman dengan lebar 54 m dan tinggi 5 meter. “Di lokasi ini sekitar 8 jiwa terdampak,”

Menurut Juliada, hujan dengan intensitas sedang ke lebat disertai angin kencang cukup berdampak. Kendati tidak ada korban jiwa, namun pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terutama saat hujan.

Untuk kebutuhan mendesak warga, BPBD menginventaris beberapa kebutuhan seperti terpal, selimut, sekop, arco, serta sembako. (ari)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *