Penyeberangan Lintas Lembar-Padangbai Ditutup Saat Hari Raya Nyepi

Pelayanan penyeberangan di Pelabuhan Lembar jelang Nyepi masih terlihat normal. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Pelayanan penyeberangan lintas Pelabuhan Lembar menuju Padangbai Bali dan sebaliknya ditutup sementara selama perayaan Hari Raya Nyepi tahun baru saka 1946 pada Senin 12 Maret 2024. Pelabuhan Lembar akan tutup mulai hari Minggu 10 Maret 2024 mulai pukul 21.00 Wita sampai pada Selasa, 12 Maret 2024 pukul 01.30 Wita.

Penutupan pelayanan pelabuhan ini berlaku untuk jalur Lembar-Padangbai. Penutupan itu diumumkan melalui surat pengumuman Direktorat Perhubungan Darat Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II NTB tentang Penutupan Sementara Pengoperasian  Kapal Lintas Lembar-Padangbai Pada Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1946.Koordinator Pengawas Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Lembar BPTD Kelas II NTB Koda Pahlianus Nelson Dallo mengatakan, pihaknya sudah mengumumkan dan mengimbau perihal penutupan pelayanan penyeberangan ini melalui spanduk, media sosial dan lainnya.

“Mulai Minggu 10 Maret 2024 itu ada penutupan sementara Pengoperasian  Kapal Lintas Lembar-Padangbai berhubung hari Raya Nyepi,”terangnya, Jumat 8 maret 2024 melalui pengumuman resmi.

Lebih rinci dalam surat pengumuman itu, pengoperasian keberangkatan kapal sudah diatur jadwalnya. Untuk jadwal keberangkatan terakhir, pelayanan penyeberangan dari Pelabuhan Ketapang ditutup pada Minggu, 10 Maret 2024 pukul 21.00 WITA. Kapal terakhir diberangkatkan dari Pelabuhan Penyeberangan Padangbai pada Senin 11 Maret 2024 pukul 04.00 Wita.

Kemudian jadwal pemberangkatan pertama, Kapal pertama diberangkatkan dari Pelabuhan Penyeberangan Lembar pada Selasa, 12 Maret 2024 pukul 01.30 wita. Kapal pertama diberangkatkan dari Pelabuhan Penyeberangan Padangbai pada Selasa, 12 Maret 2024 pukul 11.30 Wita. Terkait penutupan sementara pengoperasian kapal lintas Pelabuhan Lembar-Padangbai ini, Pihak otoritas Pelabuhan sudah antisipasi melalui pengumuman lewat media sosial, spanduk dan secara langsung.

Pihaknya bersama otoritas pelabuhan juga sudah mengantisipasi pelayanan pemberangkatan maupun bongkar muat atau kedatangan terakhir di pelabuhan. Termasuk, mengantisipasi terjadi kepadatan ketika dibukanya kembali pelayanan penyeberangan dengan menyiapkan 22 kapal. “Ada 22 kapal siap operasional,”ujarnya. Pihaknya akan melihat situasi dan kondisi, kalau diperlukan dilakukan penambahan dan memajukan jadwal penyebarangan. Artinya yang diberangkatkan akan dimajukan, begitu kapal penuh, kapal langsung berangkat.

Namun kalau tidak diperlukan, karena tidak terjadi kepadatan, maka jadwal keberangkatan diberlakukan normal seperti biasa. Terkait kondisi penumpang jelang hari raya Nyepi, relatif normal. Tidak ada penumpukan dan kepadatan atau penambahan yang signifikan. (her)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *