Sejumlah Rumah Warga di Purworejo Rusak Akibat Tertimpa Pohon Tumbang karena Hujan Disertai Angin

PURWOREJO, purworejo24.com – Hujan disertai angin kencang yang terjadi diwilayah Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah pada Sabtu tanggal 9 Februari 2024 siang, telah menyebabkan bencana berupa pohon tumbang di sejumlah titik.

Tak hanya melintang dijalan, pohon tumbang itu juga ada yang menimpa rumah warga hingga mengalami kerusakan. Sejumlah wargapun terpaksa melakukan kerjabakti guna membersihkan dan membenahi rumah warga yang rusak akibat tertimpa pohon.

Sesuai data yang masuk dalam laporan di kantor BPBD Kabupaten Purworejo, hingga pukul 15.05 WIB, setidaknya ada 10 titik lokasi yang mengalami bencana akibat hujan disertai angin kencang.

Sejumlah lokasi itu diantaranya pohon tumbang menutup jalan Laban Kecamatan Ngombol (tertangani), pohon tumbang menimpa rumah Bp. Jarwo di RT 02 RW 02 Desa Boro Wetan (tertangani warga), Desa Prumben, Ngemplak (tertangani warga), Desa Kese Kecamatan Grabag (tertangani), pohon tumbang menutup jalan kabupaten, Gebang – Jetis (kerja bakti warga), Desa Banjarsari Kecamatan Purwodadi (sedang ditangani), pohon tumbang menutup jalan Sikambang Timur Pasar Pituruh (tertangani warga), pohon tumbang menimpa rumah Bp. Supar RT 02 RW 02 Desa Aglik Kecamatan Grabag (sedang ditangani), pohon tumbang menimpa rumah Bp. Slamet RT 02 RW 03 Desa Aglik Kecamatn Grabag (sedang ditangani) dan di RW 03 Desa Pogungrejo Kecamatan Bayan (belum tertangani).

Himbauan kepada masyarakat, jika terjadi potensi angin ribut biasanya menjelang hujan lebat untuk menghindari diluar rumah, segera masuk rumah atau tempat perlindungan lain, hindari disekitar pohon besar/tinggi/tiang listrik,” himbau Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi pada BPBD Kabupaten Purworejo, Sutijoso Brahmanto, SH.MM, dalam siaran rilisnya pada Sabtu sore.

Sutijoso juga meminta kepada warga menghindari tiang listrik yang roboh atau kabel putus, dan segera lapor pihak berwenang/PLN.

Segera evakuasi diri jika terjadi robohan pohon/tiang listrik ke tempat teraman, berdayakan FPRB desa yang ada, untuk penanganan bencana skala kecil, kenali bahayanya, kurangi resikonya, salam tangguh salam kemanusiaan,” pesanya. (P24/wid)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *