Selama Ramadhan, Jam Operasional Usaha Hiburan di Lobar Dibatasi

tempat usaha hiburan malam di Senggigi Lobar dibatasi selama bulan Ramadhan. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Jam operasional usaha hiburan malam di Senggigi Lombok Barat dibatasi selama bulan Ramadhan. Pengaturan jam operasional itu diatur melalui Surat Edaran (SE) terkait aturan jam operasional bagi usaha hiburan saat Bulan Suci Ramadhan yang dikeluarkan oleh Pemkab Lobar dalam hal ini Kesbangpol.

“Jam operasional itu sama dengan tahun lalu. Tidak ada yang berubah, baik untuk usaha hiburan atau restoran,” kata  Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Lobar, H.M. Fajar Taufik kepada wartawan saat ditemui di kantornya, kemarin. Ia mengatakan, pemilik dan penanggung jawab hotel, restoran, karaoke, spa, tempat rekreasi dan tempat hiburan umum lainnya memiliki jam operasional. Baik yang melaksanakan usaha hiburan seperti pertunjukan live music, dan sejenisnya.

Jam operasional bagi spa mulai dari  Jam 21.00 sampai 23.00 Wita. Kemudian untuk karaoke, diskotek, billiard, live music itu mulai dari jam 22.00 sampai dengan 24.00 Wita. “Semua kegiatan rekreasi dan hiburan umum itu dihimbau agar ditutup 2 hari awal bulan Ramadhan dan 2 hari sebelum Lebaran Idul Fitri,” katanya. Berlaku juga bagi para pemilik dan pengelola restoran, rumah makan, warung, kedai, kantin, café, dan tempat lain yang sejenis, yang menyediakan makanan atau minuman hanya melayani pembeli mulai pukul 16.00 sampai dengan 22.00 Wita.

“Dengan syarat memasang kain penutup atau tirai penutup pada saat waktu ibadah puasa berlangsung,” jelasnya. Selain itu ia menjelaskan, selama bulan Ramadhan ada larangan bagi semua masyarakat untuk tidak memproduksi, memperdagangkan, menyimpan dan mempergunakan atau membunyikan petasan. Baik berupa mercon, kembang api maupun sejenisnya dalam berbagai bentuk dan ukuran.

Aturan ini diakuinya sudah disebarkan kepada semua pelaku usaha hiburan baik di Sekotong dan Senggigi. Melalui WhatsApp group tourism bisnis forum, dan Destination Management Organization (DMO) sudah disebarkan. Terkait pengamanan pun, itu akan bekerjasama dengan aparat terkait. “Pol PP akan koordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk penertiban dan lainnya,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburah (APH) Senggigi, Suhermanto mengatakan telah menerima SE terkait jam operasional tempat hiburan. “Tidak ada perubahan. Insya Allah akan kami laksanakan dan patuhi,” kata Suhermanto.

Suhermanto menyebut, ada beberapa tempat hiburan yang memilih untuk tutup selama bulan Ramadhan. Ada juga yang memilih untuk tetap buka setelah jam yang ditentukan. Terkait volume yang bersumber dari tempat hiburan seperti karaoke dan sejenisnya juga telah diatur. Yang biasanya menggunakan full volume, diatur menjadi setengah dari volume biasanya. “Kita sudah sama sama setuju, dan terima,” ucapnya.

Kemudian terkait dengan entertain akan tetap ada pada hulan Ramadhan. Walaupun bisa dikatakan penurunan pengunjung bisa sekitar 20 persen sampai 15 persen. Walaupun sabtu malam pun diakui tidak terlalu ramai seperti pada biasanya. “Paling tidak ada yang mempertahankan agar tetap ada kegiatan wisata itu. Karena kalau semua tutup, bisa bisa Senggigi gelap gulita nanti. Bahaya juga buat kita. Untuk memulai itu berat,” terangnya. (her)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *