Kentut saat Berenang Tidak Membatalkan Puasa, Berikut Penjelasan dalam Al-Quran

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK — Sebagian umat Islam di dunia  sudah mulai menjalankan ibadah puasa wajib ramadan 1445 Hijriah.

Di Indonesia, sebagian masyarakat baru memulai berpuasa pada Selasa (12/3/2024), namun ada juga sebelumnya pada Senin (11/3/2024).

Bulan puasa ramadan mungkin tidak asing juga dikenal dari sudut pandang umat Islam sebagai ladang pahala.

Sehingga umat Islam tidak ingin menyia-nyiakan waktu untuk beribadah.

Namun bagaimana jika aktivitas yang dilakukan ternyata dapat merusak, mengurangi, bahkan menggugurkan pahala tersebut.

Tentu seiringan berkembangnya era digital, dan informasi bisa didapatkan dari beragam sumber di internet mengakibatkan sejumlah pernyataan informasi.

Di antaranya mengenai ketika seseorang berenang dan kemudian buang angin atau kentut itu dapat membatalkan puasa.

Baca juga: Mimpi Basah di Siang Hari Saat Puasa Apakah Batal? Ini Kata Ustaz Ishaq Ismail

Menanggapi hal itu, pendakwah asal kota Depok, Ustaz Nashr Zainal Muqarrobin menjelaskan informasi hal itu rupanya tidak benar.

Justru kentut dalam keadaan berenang hanya serupa dengan seseorang buang air besar ataupun kecil.

“Sebenarnya ketika berenang dan mengeluarkan angin atau kentut dari tubuhnya itu tidak membatalkan puasa, karena kan sifatnya mengeluarkan, bukan memasukan.

Yang membatalkan itu adalah sifat yang masuk ke dalam tubuh, kalau yang mengeluarkan sesuatu dalam tubuh itu maka tidak membatalkan,” kata ustaz Zain, Selasa (12/3/2024).

Zain menjelaskan dalam Alquran surah Al-Baqarah ayat 187, bagaimana Allah SWT meruntunkan tata cara puasa itu mulai dari terbit fajar sampai tenggelam matahari dengan ketujuh aspek mendasar yang dapat membatalkan puasa.

Yakni makan dengan sengaja, minum dengan sengaja, ketika muntah dengan sengaja, berhubungan badan dengan sengaja, melakukan suatu perbuatan yang menyebabkan amal pahalanya hilang seperti memasukkan suatu cairan ke tubuhnya pengganti makanan, nifas, dan haid.

Baca juga: Bulan Ramadan Pintu Neraka Ditutup Setan Dibelenggu, tapi Maksiat Tetap Ada, Begini Penjelasannya

Kesimpulannya ialah jika terdapat unsur ketidaksengajaan, maka puasa yang tengah dijalankan masih diperbolehkan.

“Memang yang mendasari itu (membatalkan puasa) adalah sesuatu hal yang sangat disengaja, kalau melihat semua penjelasan semua ulama, itu ketujuh penyebab batalnya puasa itu dilakukannya dengan sengaja,” tuturnya.

Penulis buku islami itu menyampaikan, nabi Muhammad SAW pernah berkata ‘Yang halal itu kan sudah jelas, yang haram itu udah jelas, dan di antara haram dan halal itu ada yang belum jelas, hukumnya ketika belum jelas, ini maka tugas kita adalah ambil sesuatu yang meyakinkan dan tinggalkan yang meragukan’.

“Jadi jelas yang membatalkan puasa itu adalah apa yang masuk ke mulut kita, kalau apa yang keluar itu dalam salat memang batal tapi kalau dalam puasa tidak membatalkan,” pungkasnya. 

BERITATERKAIT

Ikuti kami di

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *