Waspadai Upal Saat Ramadhan

Berry A Harahap.(Suara NTB/bul)

PEREDARAN uang palsu di wilayah NTB menunjukkan trend penurunan. Kendati demikian, masyarakat perlu tetap waspada peredarannya pada momen-momen besar seperti saat Ramadhan. Apalagi semakin tingginya uang beredar pada masa-masa Ramadhan, tentunya kemungkinan adanya tindak pidana peredaran uang palsu itu tinggi, kata Kepala Perwakilan BI NTB, Berry Arifsyah Harahap.

Jika dilihat trennya, berdasarkan catatan Bank Indonesia Provinsi NTB, pada posisi 2021, temuan uang palsu di tengah-tengah masyarakat mencapai 4.470 lembar. Sedangkan posisi 2022 sebanyak 2012 lembar. Dan tahun 2023 trennya menurun, temuan uang palsu yang dilaporkan sebanyak 589 lembar tetapi perlu juga diwaspadai oleh masyarakat untuk bisa lebih berhati-hati jika menemukan uang yang dirasa tidak sesuai dengan kondisinya, agar diklarifikasi ke Bank Indonesia.

Ditambahkannya, trend menurunnya temuan uang palsu pada tahun 2023 bisa juga karena meningkatnya pengetahuan masyarakat ciri ciri uang palsu dan ciri-ciri keaslian uang rupiah. Karena hal itu dapat meredam peredaran dari uang palsu tersebut, tuturnya. Selain itu, faktor edukasi yang masif dilakukan oleh BI bersinergi dengan masyarakat dan mitra kerja juga menjadi faktor lain yang tidak dapat diabaikan. Jika dilihat, mayoritas uang palsu diperoleh dari permintaan klarifikasi kepada Bank Indonesia.

Sumbernya klarifikasi perbankan mendominasi temuan uang palsu. Uang itu biasanya berasal dari masyarakat yang datang ke bank untuk minta klarifikasi ke bank tersebut, jelasnya. Keterlibatan serta kerjasama semua pihak menurutnya dapat membantu mengurangi peredaran uang palsu. Dan menjaga keamanan transaksi ekonomi masyarakat transaksi ekonomi. Bank Indonesia juga mengingatkan pentingnya memeriksa uang secara teliti. Sehingga dapat mencegah kerugian dan kerugian yang ditimbulkan akibat peredaran uang palsu.

Beberapa ciri-ciri keaslian uang secara mudah untuk mengenalinya. Uang asli biasanya terbuat dari kertas berkualitas tinggi. Kertas uang asli memiliki tekstur yang halus dan tidak mudah robek. Terdapat benang pengaman pada uang kertas. Benang ini biasanya berbeda warna dan terletak di tengah kertas. Beberapa uang rupiah memiliki angka berubah warna yang tersembunyi. Perhatikan dengan seksama untuk mengenali ciri ini.

Gambar tersembunyi juga bisa menjadi indikator keaslian uang. Gunakan cahaya yang baik untuk melihatnya. Pada uang kertas, perhatikan logo BI yang terdapat di beberapa bagian. Logo ini biasanya sulit dipalsukan dan memiliki detail khusus. (bul)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *