Rayakan Hari Perempuan Sedunia, Pendidikan Bantu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Lawan Kemiskinan

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Seiring dengan Hari Perempuan Sedunia, pendidikan diyakini memiliki sebuah peranan penting dalam kewirausahaan untuk mengatasi masalah kemiskinan.

Berdasarkan data dari Website UN Women, sedikitnya 1 dari setiap 10 perempuan di dunia hidup dalam kemiskinan ekstrem.

Jumlah perempuan dan anak perempuan yang tinggal di wilayah terdampak konflik meningkat dua kali lipat sejak tahun 2017.

Saat ini, lebih dari 614 juta perempuan dan anak perempuan tinggal di wilayah terdampak konflik dimana perempuan 7,7 kali lebih mungkin hidup dalam kemiskinan ekstrem.

Sementara itu, di Indonesia, dengan jumlah penduduk 279 juta jiwa, 51 persen merupakan perempuan dan 39?alah anak.

Perwakilan Indonesia dari Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Prita Kemal Gani mengatakan perlu peran pendidikan yang tepat dan merata untuk mengatasi ketimpangan yang ada.

Baca juga: Ditinggal Ngabuburit, Rumah di Pondok Cina Depok Dibobol Garong, Emas dan Berlian Belasan Juta Raib

Hal itu dikatakan saat side event United Nations Commission on the Status of Women 68 Session (UN CSW68) di kantor pusat PBB, di New York, Amerika Serikat, Senin (18/3/2024). 

“Ketimpangan yang ada di Indonesia dalam sektor pendidikan ini tidak hanya menghambat pertumbuhan pribadi dan potensi individu, tetapi juga terus berlanjutnya kemiskinan sistemik,” ujarnya lewat keterangan, Selasa (19/3/2024).

Di hadapan 100 peserta UN CSW68 dari seluruh belahan dunia, Prita ingin mengajak semua yang hadir mengembangkan pendidikan berkualitas dan mengatasi kemiskinan melalui pendekatan pendidikan yang inovatif.

Upaya memperjuangkan kesetaraan pendidikan untuk anak dan perempuan dalam mengentaskan kemiskinan, sudah dilakukan Prita sejak 32 tahun lalu, dengan mendirikan LSPR.

Lebih jauh Prita menjelaskan, ada tiga aksi nyata LSPR secara berkelanjutan dalam memberdayakan perempuan dan anak untuk melawan kemiskinan melalui pendidikan.

Baca juga: Warga Keluhkan Minimnya Penerangan di Sejumlah JPO Jakbar, Pengamat: Anggarannya Ada Enggak?

Pertama, LSPR menjalankan Program Beasiswa lantaran pendidikan adalah investasi terbaik yang dapat diberikan kepada generasi muda dan kunci untuk mengatasi kemiskinan. 

“Oleh karena itu, kami meluncurkan program pendidikan beasiswa yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat kurang mampu,” ucapnya.

Kedua, menggelar Pelatihan Keterampilan untuk UMKM. LSPR bermitra dengan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) dan pemerintah untuk mengadakan program pelatihan keterampilan bagi orang dewasa yang ingin meningkatkan prospek pekerjaan mereka.

Ketiga, berkomitmen Menjadi Kampus Sustainable dan Inklusi. LSPR telah mendirikan SDG’s Center untuk mendukung upaya pengentasan kemiskinan sekaligus mewujudkan kesetaraan gender.

Melalui UN CSW68 Forum, Prita berharap kolaborasi semua pihak, termasuk negara-negara anggota lainnya di PBB, dapat tercipta untuk mencapai tujuan bersama, yakni memperjuangkan kesetaraan pendidikan untuk anak dan perempuan dalam mengentaskan kemiskinan.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *