Bangun Kawasan Kota Perbatasan, Pemkab Purworejo Membuka Peluang bagi Investor sesuai RDTR

PURWOREJO, purworejo24.com – Guna memajukan daerah utamanya bagian selatan, Pemerintah Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, berkeinginan akan membuat Kawasan Kota Perbatasan atau Border City di Sekitar Bandara YIA.

Rencana itu akan diwujudkan dalam kurun waktu selama 20 tahun kedepan yaitu antara tahun 2023 hingga 2043 mendatang.

Untuk mendukung terwujudnya Kawasan Kota Perbatasan dan mengatur tata ruang kawasan yang akan dibangun, Pemkab Purworejo telah menerbitkan Peraturan Bupati No 16 tahun 2023 tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Kota Perbatasan sekitar Bandara Internasional Yogyakarta tahun 2023-2043.

Dengan RDTR yang telah diundangkan pada akhir Desenber 2023 lalu, diharapkan bisa menjadi acuan atau pedoman bagi investor yang ingin berinvestasi di kawasan itu sesuai dengan zona yang telah ditentukan dalam RDTR. Dalam pemanfaatan ruang setiap orang wajib menaati rencana tata ruang yang telah ditetapkan dan memanfaatkan ruang sesuai dengan rencana tata ruang.

Dengan adanya Perbup ini tentu seluruh pembangunan Border City ini bukan ditanggung oleh pemerintah kabupaten saja, namun ini adalah aturan, sebagai wadah, sebagai etalase investasi, jadi Perbup RDTR ini disusun sebagai etalase investasi bagi masyarakat yang ingin berinvestasi untuk mengetahui pengembangan – pengembangan yang diperbolehkan, pengembangan- pengembangan yang disarankan disana itu apa saja, karena diidalam RDTR ini sudah dibagi habis dengan zona, zona yang boleh dibangun itu mana, zona yang tidak boleh dibangun itu mana, zona yang boleh didirikan hotel itu mana, zona yang boleh untuk perumahan itu mana, karena RDTR itu memang harus seimbang, tidak semuanya boleh dibangun, tapi ada beberapa wilayah atau kawasan untuk zona yang memang tidak boleh dibangun,” kata Kepala Bidang Tata Ruang pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Purworejo, Yusuf Syarifudin, saat ditemui dikantornya, pada Jumat (19/4/2024).

Saat ini, lanjutnya, dinas sedang melakukan sosialisasi secara maraton ke wilayah- wilayah desa yang masuk dalam Kawasan Kota Perbatasan atau Border City maupun ke OPD bahwa telah ditetapkan Perbup tentang RDTR Sekitar Bandara YIA.

Disebutkan, batas zona yang nantinya masuk dalam Kawasan Kota Perbatasa adalah meliputi sebagian wilayah di Kecamatan Bagelen dan sebagian lagi wilayah di Kecamatan Purwodadi. Untuk Kecamatan Bagelen ada disepanjang jalan nasional mulai dari Bagelen, Krendetan, Bapangsari, sebagian Tlogokotes, Dadirejo, dan Bugel, sedangkan di Kecamatan Purwodadi batas zona sebelah utara adalah di Desa Keduren kemudian batas sebelah barat ada di sebelah barat lampu bangjo perempatan Jatimalang.

Jadi memang RDTR ini disusun tidak berdasarkan keseluruhan wilayah yang ada di Kecamatan Purwodadi dan Bagelen, namun hanya sebagian saja yang dilihat oleh Pemkab bahwa daerah itu memiliki potensi pengembangan yang besar. Dan Perbup ini telah disyahkan diakhir Desember 2023 lalu, sehingga saat ini sudah mulai diterapkan, jadi seluruh perijinan yang ada diwilayah Border City itu nanti wajib mengikuti ketentuan yang ada didalam Perbup ini, termasuk juga pemanfaatan lahan yang barangkali ada pengajuan dari masyarakat untuk pengeringan di BPN juga harus sesuai dengan Perbup ini,” jelasnya.

Untuk perijinan semua bisa dilayani di Mall Pelayanan Publik yang berada dikomplek Setda Purworejo, atau bisa melalui aplikasi perijinan yang di buat oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DINPMPTSP) Kabupaten Purworejo. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUPR) Kabupaten Purworejo juga telah membuka gerai di Mall Pelayanan Publik, dan bagi masyarakat yang ingin tau tentang informasi RDTR akan dilayani dan semuanya gratis.

Pemerintah daerah sudah berupaya melakukan berbagai langkah untuk menarik investor, salah satunya kemarin Bupati Purworejo telah melaksanakan silaturahim bersama Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, untuk melakukan sinkronisasi agar Purworejo bisa ikut mendapatkan dampak positif dengan adanya investor- investor yang datang dengan keberadaan bandara YIA di Yogyakarta. Lalu dari DINPMPTSP bidang penanaman modal juga sering melakukan kegiatan promosi investasi untuk wilayah Border City. Dan kemarin sudah ada satu investor yang sounding mulai masuk untuk pengembangan wisata di pantai Dewaruci Desa Jatimalang, mudah- mudahan nanti ada kabar baik dan nanti bisa jadi ada pengembangan di pantai Desa Jatimalang tersebut. Untuk yang lain sebenarnya sudah banyak yang menanyakan ke kami namun mungkin masih ada pertimbangan- pertimbangan tertentu yang perlu diperhatikan oleh investor, ” ujarnya.

Dengan kurun waktu selama 20 tahun kedepan, diharapkan bisa memberikan ruang waktu bagi pemerintah, masyarakat dan investor untuk bisa mewujudkan keinginan untuk membuat Kawasan Kota Perbatasan atau Border City di Sekitar Bandara YIA. Namun demikian, untuk bisa terwujud tentu butuh upaya yang tidak hanya dilakukan oleh pemerintah daerah semata namun ada peran dari semua pihak termasuk pemerintah propinsi maupun pemerintah pusat.

Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah kabupaten, propinsi maupun pusat diharapkan rencana untuk membuat Kawasan Kota Perbatasan atau Border City bisa terwujud sehingga bisa meningkatkan perekonomian warga dan kesejahteraan masyarakat khususnya di wilayah selatan Purworejo.

Pesan atau himbauan saya sampaikan bahwa sekarang seluruh kegiatan pemanfaatan ruang itu wajib sesuai dengan RDTR, kemudian bagi investor atau siapapun yang berminat untuk menanamkan investasi di Purworejo tidak usah takut, sekarang Purworejo sudah terbuka dan banyak peluang investasi di wilayah Border City, seperti perdagangan dan jasa, perumahan, perikanan, pariwisata dan lainya, dimana itu sudah diatur dalam zona- zonanya. Lalu bagi masyarakat yang mungkin ingin bertransaksi tanah, investasi tanah, atau investasi lain dalam bentuk lahan perlu diperhatikan dan harus sesuai RDTR. Jangan sampai nanti setelah terlanjur sudah beli tanah, namun ternyata tanah sawah atau itu merupakan zona hijau yang tidak bisa dibangun, dan pastikan bisa memilih lokasi sesuai zona yang bisa dibangun atau diperbolehkan,” himbaunya.

Yusuf berharap kedepan dengan adanya Perbup itu pembangunan di Border City bisa lebih tertata, pembangunan bisa lebih terarah, dan bisa memicu munculnya investasi- investasi di Purworejo.

Karena dengan RDTR ini investor bisa secara mudah mengakses untuk menbangun di wilayah Border City,” pungkasnya. (P24/wid)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *