Wali Kota Samarinda Berharap PLDPI jadi Pusat Layanan Inklusif dan Berkualitas bagi ABK

Pusat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusif (PLDPI) Kota Samarinda memperingati HUT ke 10 di Pusat PLDPI di Jalan Batubesaung, Sempaja Utara, Rabu (8/5/2024). (Foto Yuliana Ashari/Niaga.Asia).

SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Wali Kota Samarinda Dr. H Andi Harun berharap PLDPI (Pusat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusif) Kota Samarinda  dapat terus menjadi pusat layanan pendidikan inklusif yang berkualitas dan bermanfaat bagi ABK (Anak Berkebutuhan Khusus).

Harapan itu disampaikan Andi Harun dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Pemerintahan, Politik dan Keamanan, Sucipto Wasis, di acara memperingati  HUT Ke10 PLDPI di Jalan Batubesaung, Sempaja Utara, Rabu (8/5/2024).

Andi Harun juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pengembangan PLDPI dan menyatakan berkomitmen untuk terus mendukung PLDPI dalam meningkatkan kualitas pendidikan inklusif di Kota Samarinda.

HUT PLDPI merupakan momen untuk merayakan komitmen dan dedikasi dalam memberikan pendidikan berkualitas bagi ABK. Pendidikan inklusif adalah kunci untuk menciptakan masyarakat yang adil dan inklusif bagi semua.

“Acara ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan inklusif dan mendorong terciptanya lingkungan belajar yang ramah dan inklusif bagi semua anak,” kata Andi Harun.

Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Walikota Samarinda, DPRD Kota Samarinda, tenaga pendidik, orang tua siswa-siswi, dan tamu undangan lainnya.

Kepala UPTD PLDPI Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Moehammad Goufur, mengatakan, dari kegiatan memperingati HUT PLDPI ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan inklusif dan mendorong terciptanya lingkungan belajar yang ramah dan inklusif bagi semua anakr.

Dalam laporannya, Goufur menyampaikan berbagai capaian dan perkembangan PLDPI dalam memberikan layanan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK).

“Pendidikan inklusif penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang ramah dan inklusif bagi semua anak,” ujarnya

Menurut Goufur, jumlah peserta didik berkebutuhan khusus di Samarinda pada tahun 2024 berjumlah 840 orang. Sebanyak 617 orang bersekolah di sekolah negeri dan 223 orang di sekolah swasta.

“Rinciannya, 212 orang ada di jenjang pendidikan PAUD/TK, kemudian di PLDPI 72 orang, di SD 428 orang, bersekolah di jenajng setingkat SMP 128 orang,” paparnya.

Goufur juga menerangkan, jumlah sekolah inklusi di Samarinda hingga tahun 2024 sebanyak175 sekolah. Sebanyak 113 berstatus sekolah negeri dan 62 sekolah swasta. Jumlah PAUD/TK Inklusi sebanyak 51 sekolah, PLDPI (1), SD (88), dan SMP sebanyak 35 sekolah.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, DR. H Asli  Nuryadin dalam sambutannya yang dibacakan Kasi Sarana dan Prasarana dan Kelembagaan SD, Dwi Purnomo,

Menyampaikan mengapresiasi dedikasi dan kerja keras  seluruh pegawai di UPT PLDPI dalam  memberikan layanan pendidikan bagi ABK.

“Disdikbud komitmen untuk terus mendukung PLDPI dalam meningkatkan kualitas pendidikan inklusif di Kota Samarinda,” katanya.

Penulis: Yuliana Ashari I Editor: Intoniswan

Tag: Anak Berkebutuhan Khusus 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *