Siswa SMA 10 dan Mahasiswi UGM Terpilih Jadi Bagus Roro Purworejo 2024, Busana Roro Purworejo 2023 Tuai Kritik Banyak Pihak

PURWOREJO, purworejo24.com – Pemilihan Bagus Roro Purworejo tahun 2024 yang dilaksanakan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purworejo, usai digelar.

Mualif Sulistio dan Galuh Dhinar Divanka menjadi pemenang dalam ajang pemilihan Bagus Roro Purworejo itu. Mereka dinobatkan sebagai pemenang dalam momen Grand Final Bagus Roro Purworejo 2024 yang digelar di gedung Ganeca Convention Hall Purworejo, pada Sabtu (18/5/2024) malam lalu.

Mualif Sulistio merupakan siswa dari SMA Negeri 10 Purworejo dan Galuh Dhinar Divanka merupakan mahasiswi dari Universitas Gadjah Mada. Mereka berhasil menang dengan menyisihkan 28 finalis lain di babak Grand Final.

Malam Grand Final Bagus Roro Purworejo 2024 yang merupakan acara rutin tahunan kali ini menuai sorotan dan kritikan dari sejumlah pihak.

Dalam acara yang digelar hingga tengah malam itu terdapat salah satu finalis Bagus Roro Purworejo tahun 2023 yang ikut tampil dengan busana atau kostum yang dianggap terlalu seksi atau sedikit seronok dan dinilai kurang tepat digunakan serta tidak sesuai dengan etika dan karakter masyarakat Purworejo, terlebih dipakai dalam acara resmi pemerintahan dilingkup kabupaten.

Dimana dalam acara final dan penganugerahan pemenang Bagus Roro Purworejo 2024 itu, juga dihadiri Bupati bersama Forkompinda, serta sejumlah tamu kehormatan lainya.

Bagus dan Roro itu bahasa Jawa untuk memanggil orang- orang terhormat karena memiliki etika, budaya, dan karakter luhur serta memiliki kedudukan dan derajat yang luhur pula. Sehingga ketika kalimat/bahasa tersebut dipergunakan untuk nama event/ajang kejuaraan/kegiatan tertentu harus menjaga nilai- nilai yang terkandung didalamnya. Ketika prakteknya ada ajang yang menggunakan diksi Bagus Roro tak mengindahkan nilai dan makna serta kehormatan serta menjaga etika maka sesungguhnya ajang tersebut sudah menyimpang jauh. Ini wajib dievaluasi untuk perbaikan dimasa mendatang,” kata wakil ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Purworejo, Muhanmad Abdullah, kepada purworejo24.com, pada Senin (20/5/2024).

Hal senada juga disampaikan oleh wakil ketua DPRD Purworejo, Fran Suharmaji. Dirinya berpendapat penyelenggara harusnya bertanggung jawab dengan ketidak sesuaian busana yang dipakai dengan etika dan karakter masyarakat Kabupaten Purworejo.

Harusnya lebih mementingkan prestasi dan norma bukan menonjolkan fisik. Ya kedepan harus ada batas- batas etika dan lebih mementingkan prestasi termasuk kearifan lokal Purworejo,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purworejo, Stephanus Aan Isa Nugroho, mengatakan, penampilan busana yang dipakai oleh salah satu finalis Bagus Roro Purworejo tahun 2023 itu bukan merupakan kesengajaan, namun lantaran terjadi insiden yang dialami sebelum tampil dipanggung kegiatan.

Jadi koreksi buat kami. Tapi menurut informasi teman- teman dibelakang panggung ada insiden diwaktu sebelum naik. Info teman- teman, pakaian itu tidak setinggi itu, tapi karena roknya sobek. Jadi bukan segitu. Pas penyerahan crown dia ganti, tapi tidak nyandak waktunya. Semoga insiden ini tidak melunturkan esensi acara dan proses panjang untuk menghasilkan duta pariwisata terbaik Purworejo,” tulis Aan, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WA, pada Senin pagi.

Dijelaskan, proses pemilihan Bagus Roro Purworejo 2024 dilaksanakan dalam jangka waktu cukup panjang, dimulai dari bulan Januari 2024, sehingga terpilihlah menjadi 15 pasang.

Pemilihan Bagus Roro itu dilaksanakan dengan tujuan untuk mempromosikan seluruh potensi yang ada di Kabupaten Purworejo, tidak hanya pada bidang pariwisata tetapi juga UMKM, Craft, Seni Budaya dan lainnya, terlebih Kabupaten Purworejo menjadi daerah sangat strategis dibawah koordinasi badan Otorita Borobudur. (P24/red)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *