Puluhan Umat Buddha di Desa Hargorojo Rayakan Waisak secara Streaming dan Sederhana

BAGELEN, purworejo24.com – Puluhan Umat Buddha dari Majelis Niciren Shoshu Buddha Dharma Indonesia (MNSBDI) sentra Jawa Tengah 5 merayakan Waisak 2568 BE/2024 di Vihara Vimalakirti Desa Hargorojo, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, pada Kamis (23/5/2024).

Para umat mengikuti sembahyang Waisak tepat pada pukul 11.00 hingga pukul 12.00 WIB. Mereka berdoa dengan khusuk. Acara Waisak dilanjutkan dengan bersalam-salaman dan ramah tamah bersama warga.

Semua umat yang hadir merayakan Waisak dengan penuh sukacita. Kegiatan itu dijaga sejumlah petugas kepolisian dari Polsek Bagelen.

Ketua Jateng Centra 5 (Purworejo, Jogja, Kebumen dan sebagian Cilacap) yang juga sebagai salah satu penyuluh non PNS Kemenag Kabupaten Purworejo, Pandita Wagiman, mengatakan, perayaan Waisak Umat BuDdha tahun ini di Desa Hargorojo berbeda dengan perayaan di tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelum pandemi covid-19, mereka ikut kebaktian di Candi Borobudur, Magelang bersama Walubi, namun setelah pandemi mereka merayakan Waisak di Vihara setempat.

Setelah covid kita belum adakan di sana (Borobudur) karena memang berbagai pertimbangan tertentu sehingga kita melaksanakan sembahyang upacara Waisak ini dilakukan secara streaming dari Jakarta, dan dilaksanakan di masing masing Vihara,” kata Pandita Wagiman, saat ditemui usai kegiatan.

Tahun ini, lanjutnya, perayaan Waisak di Desa Hargorojo juga dilaksanakan secara sederhana. Mereka tidak melakukan baksos atau kegiatan lain, seperti yang telah dilakukan ditahun- tahun sebelumnya.

Hanya baksos kecil-kecilan di makam-makam keluarga masing-masing yang kemarin dilakukan, terus kalau donor darah memang sudah biasa kita lakukan 3 bulan sekali, jadi bukan lagi jadi agenda Waisak,” ujanya.

Sesuai tema yang diusung yaitu Rayakan Waisak dengan Penuh Sukacita, Kesadaran Keberagaman dalam Hidup Luhur, Harmonis dan Bahagia, mereka mengajak warga lain yang menganut agama selain Buddha untuk datang di Vihara dengan melakukan ramah tamah bersama dan makan bersama.

Kita mengajak untuk saling menyadari keberagaman bahwa di Hargorojo khususnya ini memang ada beberapa penganut agama, ada yang muslim, ada Budha, budhapun ada dua majelis, maka hari ini setelah acara kita bareng- bareng dalam suasana keberagaman bersama di Vihara untuk sekedar silaturahmi dan menjadi bentuk kebersamaan, karena hidup bersama Tuhan walau dengan perbedaanya, kita akan hidup lebih damai, harmonis dan tentu saja akan bahagia, berbeda kalau kita egois masing- masing egosentris di kemudian hari tidak akan bahagia,” jelasnya.

Umat Buddha di Kabupaten Purworejo, secara data ada sekitar kurang lebih 500 umat. Terbanyak ada di Desa Hargorojo dan Desa Sokoagung Kecamatan Bagelen. (P24/wid)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *