Penetapan Calon Bupati, Golkar di Purworejo Tinggal Menunggu Rekomendasi dari DPP

PURWOREJO, purworejo24.com – DPP Partai Golkar telah memberikan surat penugasan kepada tiga kader Partai Golkar di Kabupaten Purworejo, yaitu Hj Yuli Hastuti selaku Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Purworejo yang juga sebagai Bupati Purworejo, Imam Teguh Purnomo selaku Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Jawa Tengah dan juga sebagai Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) serta Heru Kusuma selaku sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Purworejo.

Ketiganya telah diberikan kesempatan untuk melakukan pergerakkan politik dalam upaya bersaing untuk mendapatkan rekomendasi sebagai Calon Bupati dan wakil Bupati pada Pilkada Purworejo tahun 2024 yang rencana akan dihelat pada 27 November 2024 mendatang.

Ketua Harian DPD Partai Golkar Kabupaten Purworejo, yang juga sebagai wakil ketua DPRD Kabupaten Purworejo, Kelik Susilo Ardani, mengatakan, sebagai pengurus dan kader dirinya menghormati atas proses yang dilaksanakan oleh DPP Partai Golkar yang telah memberikan surat penugasan sebagai bakal calon Bupati dan wakil Bupati kepada kader terbaik Partai Golkar di Purworejo.

Penugasan itu diberikan kepada mereka agar mereka bisa berkomunikasi politik dengan organisasi kemasyarakatan, untuk bisa bersosialisasi secara pribadi, bisa melaksanakan kegiatan- kegiatan yang sifatnya formal sebagai langkah- langkah yang dilakukan untuk mensosialisasikan mereka sebagai bakal calon. Itu kita berikan ruang karena berdasarkan surat penugasan itu. Dan komunikasi politik baik yang sudah dlakukan antar partai politik maupun antar pribadi sudah dilakukan,” kata Kelik, saat ditemui diruang kerja wakil ketua DPRD Kabupaten Purworejo, pada Rabu (29/5/2024).

Kegiatan mereka, lanjutnya, akan dilaporkan kepada DPP melalui DPD Partai Golkar Jawa Tengah untuk kepentingan formal, juga untuk penilaian DPP sebagai bahan untuk memberikan rekomendasi kepada salah satu dari tiga orang yang mendapat surat penugasan itu.

Terkait dengan pembukaan pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati untuk Partai Golkar, Kelik mengaku masih akan menunggu arahan dari DPD Partai Golkar Jawa Tengah, apakah pembukaan pendaftatan bakal calon akan dilaksanakan atau tidak di Purworejo.

Saya akan menunggu arahan dari DPD Jateng karena proses ini tentu saja harus dikomunikasikan, apakah surat penugasan itu cukup, kemudian kita tidak membuka peluang lagi, tapi kalau nanti ada arahan seperti dikabupaten- kabupaten lain diwilayah propinsi DIY, yang sudah membuka pendaftaran, tentu saja kita akan menunggu setelah kita mendapat arahan dari DPD Jawa Tengah. Ya semoga dalam waktu dekat, nanti kita juga akan adakan sebuah komunikasi politik ke DPD propinsi Jawa Tengah,” ujar Kelik.

Untuk hasil komunikasi politik bersama partai politik lain di Purworejo, Kelik menerangkan bahwa komunikasi dengan partai politik dilaksanakan dalam rangka membangun sebuah kondusifitas perpolitikan di Kabupaten Purworejo. Apalagi komunikasi politik itu juga dilaksanakan pada saat bulan syawal lalu, sehingga komunikasi yang dibangun adalah dalam bentuk halal bihalal dan silaturohim antar partai politik di Kabupaten Purworejo.

Silaturohim ini penting sekali untuk bagaimana mengajak masyarakat, bagaimana pendidikan politik dimasyarakat, kemudian bagaimana kedekatan partai dengan masyarakat, kita tunjukkan dengan kedekatan antar partai politik. Kompetisi pasti ada dan terjadi, tetapi pendidikan politik itu lebih penting dari semuanya, karena nanti akan menentukan bagaimana membentuk pemimpin- pemimpin Purworejo, kemudian bagaimana menentukan langkah- langkah politik bagi masyarakat untuk pemimpin di Kabupaten Purworejo, ini penting menjadi bagian bagaimana nanti kita akan memberikan sebuah contoh, edukasi kepada masyarakat bahwa ternyata perpolitikan di Purworejo itu kondusif,” terangnya.

Secara pribadi, Kelik mengaku akan menghormati keputusan dari DPP. Menurutnya, siapapun nanti yang akan diberikan rekomendasi, sebagai partai politik harus menghormati dan melaksanakan langkah- langkah yang digariskan oleh DPP.

Nantinya kita harus menghormati siapapun yang mendapatkan rekomendasi akhir, kalau sekarang kan baru mendapat penugasan, besok pasti ada satu orang yang akan ditunjuk mendapat rekomendasi,” tegasnya.

Kelik membantah, jika ditubuh DPD Golkar Purworejo saat ini telah terjadi perpecahan, menyusul dengan persaingan yang dilakukan oleh para kader terbaik Golkar yang mendapat surat penugasan sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati di Purworejo untuk berebut rekomendasi.

Kalau yang saya rasakan tidak menjadikan sebuah perpecahan, kita mencoba bagaimana temen- temen partai lain disanapun juga ada, contoh ada yang mendaftar diantara kader nya didua tempat, berarti tidak berarti pecah, kemudian ada penugasan di propinsi yang akan menjadi bakal calon gubernur atau atau bakal calon wakil gubernur, itupun juga tidak hanya satu orang, jadi justru kalau menurut saya inilah keuntungan Golkar yang diberikan, diedukasikan kepada masyarakat, oh ternyata Golkar itu banyak kader yang siap untuk memimpin baik di tingkat daerah ataupun di tingkat propinsi,” paparnya.

Kelik juga beranggapan, bahwa dirinya bersama Partai Golkar akan berintrospeksi diri karena saat ini Golkar di Purworejo belum bisa mengusung calon sendiri sehingga ada kemungkinan berkomunikasi dengan partai politik lain.

Kecuali kalau di Purworejo ini sudah seperti PDIP kemungkinan besar bisa ngusung sendiri, tetapi kalau dari Golkar kita harus tau diri karena baru 8 kursi, otomatis kita juga harus berkoalisi dengan partai lain, nah dalam koalisi itu nanti akan ada kompromi dalam menentukan bakal calon bupati dan wakil bupati, sehingga itu akan muncul calon lain yang juga kita gabungkan, itulah nanti yang terakhir akan terjadi karena kita belum bisa ngusung sendiri. Harapannya Golkar yang sekarang dipandang ada sebuah perpecahan akan menjadi kekuatan yang insyaallah bisa memenangkan lagi, karena kita sudah 4 kali atau 5 kali perhelatan ternyata kita bisa memenangkan, inilah harapan kita Golkar disisi lain itu ada sebuah hambatan, ada sebuah kelemahan tetapi justru kalau kita analisis bagaimana ini bisa menjadi sebuah kekuatan Golkar untuk memenangkan Pilkada, nanti” pungkasnya. (P24/wid)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *