Tak Ada Anggaran dari Pemerintah, Harjanto Mundur dari Ketua Umum Forum Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten Purworejo

PURWOREJO, purworejo.com – Harjanto, selaku Ketua Umum Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Purworejo, menyatakan mundur dari jabatanya. Keputusan itu diambil oleh Harjanto lantaran kecewa terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Purworejo.

Pengunduran diri itu dibuktikan dengan surat pengunduran diri sebagai Ketua Umum Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Purworejo, yang ditujukan kepada bupati Purworejo pada tanggal 30 Mei 2024.

Dalam surat itu tertulis pertimbangan pengunduran diri terletak pada realita bahwa selama dirinya menjalankan tugas sebagai Ketua Umum FPRB, sebuah organisasi yang dibentuk oleh pemerintah daerah berdasarkan SK Bupati Nomor 160.18/463/2022 ternyata tidak ada anggaran yang turun untuk pembiayaan kegiatan, meskipun dalam Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan telah dianggarkan. Sedangkan di Pasal 4 SK Bupati tertulis Segala biaya yang timbul sebagai akibat ditetapkannya Keputusan ini dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Purworejo. Namun hal tersebut tidak ada realisasi untuk forum yang dibentuk.

Saya itu sudah jadi Ketua Umum Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) sudah 1,5 periode, dan itu kan kepentingan saya minta dana bukan untuk kepentingan saya, tapi karena forum, forum yang berisikan banyak orang, dan tentunya butuh dana. Sedang di surat keputusan itu ada klausul yang berbunyi bahwasanya bila ada anggaran itu bisa diambilkan dari APBD. Tapi selama 6 tahun ini kita punya kegiatan ini isinya hanya tombok terus,” kata Harjanto, kepada purworejo24.com, pada Jumat (31/5/2024).

Alasan kenapa mengundurkan diri dari jabatannya, lantaran Harjanto merasa pemerintah hanya menggunakan atau memanfaatkanya forum saja namun tidak pernah menghargai FPRB.

Nek ada prestasine, pemerintah sik ngakoni. Dilapangan nek ono opo- opone kita yang nomboki,” ujarnya.

Harjanto mengaku sudah beberapa kali mengajukan anggaran kegiatan kepada Pemkab, terkahir kali ia mengajukan pada sekitar bulan November 2023 laku, namun hingga saat ini tidak pernah ada realisasi dari Pemkab Purworejo

Tidak pernah diberitahu alasanya, cuma mau dikasih dana tapi tidak ada, hanya janji- janji saja,” ucapnya.

Dijelaskan, Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) di bentuk oleh Pemkab Purworejo dan ditandatangani oleh bupati dan seharusnya mendapatkan dukungan anggaran yang memadai. Namun, selama dirinya menjabat, belum ada dana yang turun, bahkan satu rupiah pun. Hal ini membuat FPRB dan para relawan harus bekerja tanpa dukungan finansial yang layak.

Lalu buat apa dibentuk seperti itu padahal ada anggaranya, tapi sampai detik ini kok tidak ada, dan ini sudah 6 tahun, kan tidak masuk akal,” kesalnya.

Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) memiliki tugas untuk mengkoordinasi relawan- relawan yang ada, sehingga jika terjadi bencana apapun mereka menjadi mudah dalam menangani di lapangan.

Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) sebetulnya adalah forum untuk memotong birokrasi biar tidak ribet. Di Purworejo ini ada 40 group relawan, dan selama ini hanya bekerja secara relawan saja. Jadi solusine kedepan ya kalau menurut saya, kalau kira -kira tidak ada anggaranya ya dibubarkan saja, percuma dibentuk, mesakke relawan, bersusah payah tapi tidak dihargai,” terangnya. (P24/wid)

  PURWOREJO, purworejo24.com – Sebanyak 100 keluarga di…

PURWOREJO, purworejo24.com – Pemerintah Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah,…

PURWOREJO, purworejo24.com – Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN)…

PURWOREJO, purworejo24.com– Ratusan pecinta motor 2 tak ikut…

PURWOREJO, purworejo24.com – Bupati Purworejo, Jawa Tengah, Hj…

PURWOREJO, purworejo24.com – Sebanyak kurang kebih 500 masa…

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *