Di SD Negeri Ketangi, Gelar Karya P5 Jadi Ajang Adu Kreatifitas Siswa

PURWODADI, purworejo24.com – Sekolah Dasar (SD) Negeri Ketangi, Kecamatan Purwodadi, Purworejo, Jawa Tengah, menggelar kegiatan Gelar Karya dan Pentas Seni Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SD Negeri setempat, pada Sabtu (22/6/2024).

Kegiatan dengan mengambil Tema Kearifan Lokal, Melestarikan Tradisi, Membangun Jiwa Kreasi itu menjadi ajang adu kreatifitas bagi siswa kelas I hingga kelas V di SD tersebut.

Berbagai pertunjukan mengisi kegiatan itu, diantaranya Drumband, Karawitan dan Pentas Seni. Selain itu siswa bersama orang tua/ wali siswa juga melaksanakan kegiatan Market Day dengan menyajikan berbagai menu minuman dan makanan, baik tradisional maupun modern serta gelar karya hasil kerajinan tangan siswa selama belajar satu tahun ini.

Galar karya berlangsung semarak dan meriah. Masing- masing perwakilan kelas menunjukkan kemampuan mereka untuk berkreasi dan beraksi melalui seni pertunjukan, seperti permainan tradisinal, gerak daan lagu, menari, membaca puisi dan menyanyi. Suguhan pertunjukan seni juga kian menarik dengan mengangkat kesenian khas daerah dan masa kini, seperti jaran kepang, dolalak, tari kreasi tiktok dan lain sebagainya.

Para siswa tampak bersemangat dalam menyajikan pentas seni, lantaran pihak sekolah telah menyediakan hadiah bagi tiga penampil terbaik dalam acara itu.

Koordinator Wilcambidik Purwodadi, Haryati, bersama Pengawas SD di Wilcambidik Purwodadi, Dewi Nurhidayati, turun langsung untuk memberikan penilaian terhadap stand Market Day yang dilaksanakan di SD Ketangi.

Pembagian sejumlah doorprice yang diberikan kepada siswa kian menambah semarak pelaksanaan gelaran sekali dalam satu tahun diakhir tahun ajaran itu.

Tampak hadir dalam kegiatan itu, Kepala Desa Ketangi, Komite SD Ketangi, Perangkat Desa dan tokoh masyarakat Desa Ketangi, dan ratusan orang tua/wali siswa kelas 1 hingga kelas V serta warga di lingkungan SD yang hadir untuk melihat secara dekat kegiatan itu.

Kegiatan hari ini adalah Gelar Karya P5, jadi merupakan penampilan atau presentasi dari siswa dan siswi SD Ketangi, baik kelas I sampai kelas V semua yang sudah dipelajari kita tampilkan, seperti karawitan, karena kita ada ekstrakurikuler karawitan, dan juga ada drumband yang kita tampilkan hari ini, dan itu untuk menunjukan kemampuan siswa- siswi dalam belajar selama satu tahun ini,” kata Kepala SD Negeri Ketangi, Sri Wahyuningsih, saat ditemui disela kegiatan.

Dengan kegiatan itu, ia berharap anak- anak di SD Negeri Ketangi akan belajar lebih giat lagi, dan bisa mengembangkan bakatnya serta bisa terus berkreasi dan juga menguatkan Profil Pelajar Pancasila sendiri.

Alhamdulillah hari ini berjalan lancar dan saya benar- benar berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung baik itu dari parenting, kemudian dari pihak desa, komite, dan semua wali murid, baik dari kelas I sampai kelas V, atas dukunganya, sehingga acara pada hari ini bisa bejalan dengan lancar bahkan dari desa sendiri tidak hanya kepala desa tapi juga perangkat desa, semua ikut berpartisipasi, jadi saya sangat berterima kasih dan hari ini benar- benar luar biasa,” lanjutnya.

Sri Wahyuningsih juga berharap ditahun mendatang bisa menyelenggarakan kegiatan Gelar Karya P5 lagi, meskipun harus belajar lagi agar kegiatan bisa lebih baik lagi dari penampilan yang kali ini.

Dan kami akan berusaha bersama teman- teman guru tentunya dan bekerjasama dengan semua pihak baik itu dari desa, parenting, komite dan walimurid,” ujarnya.

Koordinator Wicambidik Purwodadi, Haryati, SPd, MPd, mengaku bangga dan apresiasi dengan pelaksaan kegiatan Gelar Karya P5 yang berlangsung dengan baik di SD Negeri Ketangi.

Untuk kegiatan yang dilaksanakan di SD Negeri Ketangi ini, Gelar Karya dan Pentas Seni, yang bisa kita lihat disini, walau orang mengatakan hanya seperti ini tapi bagi anak, bagi pendidikan ini merupakan hal yang sangat luar biasa, tidak semua sekolah bisa menyelenggarakan seperti ini,” katanya.

Haryati mengaku salut dengan kegiatan di SD Negeri Ketangi. Ia melihat kerjasama yang dibangun disekolah sangat bagus, baik secara internal, maupun eksternal, juga stekholdernya.

Saya paham sekali dengan pak komitenya, saya disini sudah lama, dari tahun 2014, saya paham itu dukunganya luar biasa, setiap ada masukan dari kami, dari pengawas, itu segera ditindaklanjuti, terbukti seperti drumband itu juga masukan dari kami, terus disini muridnya juga banyak dan saya berharap digiatkan terus ekstrakurikulernya seperti drumband dan lainya. Kemudian dukungan dari wali murid, ini yang sangat luar biasa, sehingga bisa terselenggara seperti ini, itu bukan hal yang mudah, untuk menggerakan masyarakat yang seperti ini juga tidak mudah, saya juga bersyukur melihat SD Ketangi ini, disini ada guru penggeraknya, termasuk bu kepala sekolahnya sendiri, seorang guru penggerak, bahkan ada tiga guru penggerak disini, dan tidak semua sekolah ada guru penggeraknya. Karena guru penggerak itu diangkat melalui seleksi yang cukup ketat, ada tahapanya, pembekalanya juga luar biasa, untuk mencapai tittik itu merupakan hal yang berat,” jelasnya.

Menurutnya, yang tidak kalah penting dari guru penggerak disekolah adalah mindsetnya sebagi guru yang saat ini telah sudah berubah yaitu dari guru sebagai segalanya menjadi guru sebagai fasilitator, yang harus memfasilitasi semuanya agar bisa mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi – tingginya baik secara individu maupun sebagai anggota di masyarakat.

Disini peran guru penggerak sangat besar karena punya visi, tergerak, bergerak dan menggerakkan. Visi ini didapat bukan hanya saat pendidikan saja, justru yang diharapkan pemerintah ini kedepanya, visi ini tetap melekat pada guru penggerak, oleh karena itu hasilnya akan seperti ini, luar biasa,” ujarnya.

Ia berharap kedepanya SD Negeri Ketangi bisa lebih maju lagi, terlebih kepala sekolahnya juga sebagai guru penggerak.

Insyaallah kedepanya akan luar biasa, dan dengan kondisi SD Negeri Ketangi sekarang, muridnya juga bertambah, yang lain dengan alasan angka kelahiran yang menurun, sehingga peserta didik juga menurun, tapi tidak berlaku di SD Negeri Ketangi, kemarin lulus 26 anak sekarang yang masuk sudah ada 23 anak, ini nilai plus bagi SD Negeri Ketangi,” terangnya.

Sementara itu, salah satu wali murid kelas I, Dewi Sara, mengaku senang dan bersyukur bisa mengikuti kegiatan Gelar Karya P5 dengan baik dan lancar hiingga menjadikan stand market daynya menjadi stand terbaik dalam kegiatan itu.

Alhamdulillah kami kompak buat sendiri, semua waalimurid bikin semua, maksudnya pakai tangan sendiri, dari minuman ada kunir asem, es buah, ada dawet, dari makanan tradisionalnya ada matasapi, nogosari, klepon, kue modernya ada roti sosis, bolu pelangi, dan semacamnya. Alhamdulillah kita bikin sendiri. Alhamdulillah laris, yang jual oleh ibu – ibu sama anak- anaknya,” katanya.

Ia merespon positif kegiatan itu dan berharap SD Negeri Ketangi bisa bertambah maju lagi kedepanya.

Responya alhamdulillah baik, bisa memotivasi kita entah buat anak atau ibunya untuk lebih semangat lagi. Harapanya ya tambah lebih maju lagi buat Ketangi,” pungkasnya. (P24/wid)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *