Menkeu: Jangan Hanya Senang Investasi dan Gunting Pita

Menteri Keuangan Sri Mulyani.  (Foto Kemenkeu)

JAKARTA.NIAGA.ASIA – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengingatkan pentingnya menjaga keberlanjutan dan pengelolaan suatu proyek, salah satunya dari pengalaman proyek-proyek sebelumnya, agar dapat memberi manfaat kepada masyarakat dalam jangka panjang.

Jangan sampai hanya senang menginvestasi, senang dengan gunting pitanya, tapi kemudian 5 atau bahkan enggak sampai 5 tahun, dua-tiga tahun kemudian sudah mengalami persoalan dari sisi operasional dan  keuangan. Proyek kerja sama juga perlu untuk terus dijaga bersama.

Hal itu disampaikan  Sri Mulyani saat menyaksikan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII), serta PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menandatangani nota kesepahaman untuk menyelaraskan kerja sama melalui pembiayaan inovatif, khususnya dalam aktivitas yang terkait dengan upaya pelestarian lingkungan hidup dan aspek keberlanjutan dalam kerangka pendanaan berbasis environmental, social, dan governance (ESG), di Jakarta, Selasa (25/6/2024).

Menurut Menkeu, saat ini pembangunan infrastruktur hijau dan ekonomi hijau tengah menjadi salah satu fokus bagi pemerintah. BPDLH, PT PII, serta PT IIF menandatangani nota kesepahaman untuk mendukung pembangunan hijau berkelanjutan serta mewujudkan dampak positif sebesar-besarnya bagi masyarakat,

“Saya senang hari ini menggambarkan sebuah kolaborasi yang komprehensif dari hulu hingga ke hilir, dari berbagai SMV dan BLU untuk bisa menggunakan instrumen keuangan dan kemampuan operasionalnya di dalam memecahkan masalah pembangunan yang nyata di masyarakat kita. Ini adalah salah satu bentuk kolaborasi dan sinergi yang sangat saya hargai dan akan saya terus minta diperkuat, ditingkatkan, dan terus kreatif,” ujarnya.

Menteri Keuangan juga meminta segenap pihak agar terus melakukan edukasi kepada masyarakat guna meningkatkan pemahaman, ownership, dan pengelolaan bersama terhadap berbagai proyek pembangunan.

“Ini adalah salah satu mungkin yang aspek paling penting. Sering orang menganggap membangun ya sekedar membangun and then that’s it, tapi tidak berkelanjutan. Jadi saya berharap untuk teman-teman dari SMV BLU untuk melakukan edukasi dan awareness yang makin luas kepada masyarakat mengenai apa itu arti pembangunan,” ucap sang Bendahara Negara.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BPDLH Joko Tri Haryanto menjelaskan bahwa BPDLH dan PT PII akan menyatukan ruang gerak dalam kerja sama hulu dan hilir pada dua sektor sesuai, yaitu terkait dengan pengelolaan air baku, air minum, dan sanitasi.

“BPDLH akan bekerja dari sisi hulunya untuk menjaga konservasi yang dilakukan oleh masyarakat dan komunitas sementara PT PII akan bekerja dari sisi hilir khususnya menjaga dari perspektif pengelolaan air minum di level PDAM,” jelas Joko.

Sementara, BPDLH dan PT IIF akan saling berbagi pengalaman dan pengetahuan, khususnya dari pengelolaan dana yang bersumber dari lembaga internasional, terutama green climate fund.

“Selain itu, BPDLH dan IIF akan berbagi pengalaman dan pengetahuan di dalam pengelolaan mekanisme pendanaan terkait dengan tematik bond atau perpetual sukuk. Kami berharap dengan adanya kolaborasi dan sinergitas antara BLU dan SMV  tentu akan meningkatkan efisiensi meningkatkan optimalisasi layanan yang diberikan kepada masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan yang terkait,” tambahnya.

Ia pun menyampaikan harapan agar kolaborasi tiga special mission vehicle ini dapat menjadi support system yang signifikan, khususnya di dalam mendukung peningkatan kapasitas fiskal APBN untuk menghadapi dampak dari triple planetary crisis yang terjadi saat ini, baik krisis iklim krisis energi maupun krisis keanekaragaman hayati.

Mudah-mudahan melalui kegiatan penandatanganan nota kesepahaman hari ini antara BPDLH PT PII dan IIF akan menjadi embrio munculnya berbagai sinergitas dan kolaborasi nyata lainnya di kedepannya sekaligus membawa banyak keberkahan dan manfaat bersama bagi nusa bangsa dan tanah air Indonesia,” pungkasnya.

Sumber: Biro KLI Kementerian Keuangan | Editor: Intoniswan

Tag: Keuangan 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *