Ikhsanudin, Penyuluh Agama Islam di Purworejo Lolos sebagai Nominator 10 Besar PAI Award 2024

PURWOREJO, purworejo24.com – Prestasi sangat membanggakan berhasil diraih oleh Ikhsanudin, A.Ma, warga yang tinggal di Desa Tunjungan, Kecamatan Ngombol, Purworejo, Jawa Tengah.

Menjadi salah satu Penyuluh Agama Islam di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Purworejo, ia berhasil lolos sebagai Nominator 10 besar PAI Award tahun 2024 untuk Kategori Pemberdayaan Ekonomi Umat.

Iksanuddin yang bertugas di KUA Ngombol dan KUA Grabag 2 merupakan sosok penyuluh yang patut menjadi teladan bagi lainnya. Karena keberhasilannya menjalankan tugas kepenyuluhan dengan cara yang unik, hingga mengantarkan dirinya masuk dalam Nominator 10 besar diajang Penyuluh Award Nasional tahun 2024.

Pada awal masa tugas, dirasakan berat karena situasi kondisi ekonomi dan kultur diwilayah ini yang memprihatinkan, yaitu wilayah pesisir selatan Purworejo yang rata- rata merupakan desa tertinggal dengan berbagai macam masalah ekonomi, kriminal dan budaya sehingga resisten ketika dilakukan penyuluhan keagamaan,” kata Ikhsanudin, kepada purworejo24.com, pada Rabu (26/6/2024).

Memiliki 1 istri dan 4 anak, Ikhsanudin menetap di Desa Tunjungan, sebuah desa yang dulunya merupakan desa tertinggal, miskin, serta jauh dari nilai- nilai agama.

Dengan metode Suluh, Asuh, Tumbuh dan Tambah, kini Desa Tunjungan menjadi desa yang berkembang, tumbuh ekonominya dan kuat agamanya.

Berbekal hobi dan bakat dibidang seni, laki- laki yang lahir di Purworejo pada tahun 1976 ini, telah merintis budidaya tanaman hias di desa yang ia tinggali. Pada awalnya memang belum banyak yang tertarik mengikuti, namun dengan kesabaran dalam berproses, budidaya tanaman hias ini akhirnya berbuah manis.

“Kolaborasi program dengan Pemdes Tunjungan, akhirnya berhasil menjadikan Desa Tunjungan sebagai desa wisata,” jelasnya.

Kesuksesan ini kemudian diikuti dengan banyak prestasi lain pada berikutnya, seperti penyaluran zakat produktif dari BAZNAS yang berhasil dikembangkan secara produktif, sehingga berdampak pada perbaikan perekonomian warga di Desa Tunjungan.

Sebagai sosok penyuluh yang humble, ia juga berhasil meningkatkan perekonomian warga dan majelis taklim binaannya melalui budidaya tanaman bunga yang kemudian berimplikasi positif pada peningkatan keagamaan warga.

Ini terbukti, dimana warga menjadi mampu membangun Masjid yang menelan dana hingga ratusan juta dilokasi ini. Peribadahan masyarakatpun juga menjadi kian meningkat.

Suluh menjadi lentera dikala gelap, Asuh menjadi sang pamomong warga, Tumbuh dengan media tumbuhan atau tanaman hias, menjadikan Tunjungan tumbuh ekonominya, tumbuh ketaqwaannya. Dan Tambah dengan tumbuhan menjadikan Tunjungan menjadi tambah, tambah kuat keimanannya,” tandasnya. (P24/wid)

Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Mulai berlangganan untuk menerima artikel terbaru di email Anda.


Tag: 24 jam purworejo berita 24 jam berita purworejo berita purworejo hari ini berita terkini purworejo Kemenag purworejo Pai award 2024 Penyuluh agama islamTopik: Pai award 2024

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *